Tiap Hari Kami Harus Hirup Debu
Warga Minta Gorong -gorong Perusahaan Ditutup dan Minta Keluhan Warga Dibahas di Kantor Lurah
Laporan Tribunnews Batam Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Puluhan warga perumahan Garden Muren Permai (GMP) di Tanjung Sengkuang menuntut pihak PT Graha Citra Kita untuk menutup perusahaan yang saat ini dalam proses pengerjaan.
Warga disana geram karena setiap hari harus menghirup debu yang datang dari lahan perusahaan tersebut, akhirnya warga protes dan beramai-ramai datang ke depan gerbang perusahaan.
Menurut salah satu warga, selain debu yang datang dari perusahaan juga mengalir limbah ke gorong-gorong depan perumahan mereka. Apalagi daerah perumahan itu rawan dengan banjir. Sedikit saja hujan, air langsung menggenangi pemukiman mereka.
"Setiap hari kami menghirup debu disana, belum lagi limbah yang dibuang mengalir ke perumahan kami," ujar salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya kepada Tribun.
"Kalau sudah hujan, air mengalir dan mengeluarkan bau, bercampur dengan air hujan. Kalau seperti ini terus ya kami tidak mau, kami mau gorong-gorong ini ditutup biar aman," ujar warga.
Lurah Tanjung Sengkuang, Taher tampak hadir disana dan dia mengarahkan warga untuk berdiskusi di kantor lurah. Menurutnya kalau masih berada disana bisa mengganggu lalu lintas sebab perusahaan itu berada tepat di pinggir jalan.
Menurut Tahir jauh sebelumnya dia telah memberi tahu kepada warga melalui petinggi-petinggi dan tokoh masyarakat disana kalau perusahaan ini akan berdiri.
"Sebelumnya juga sudah ada konfirmasi kepada masyarakat terkait pembangunan perusahaan yang akan didirikan ini jauh sebelum saya menjabat lurah ," ujar Taher yang ditemui di kantornya.
Taher mengatakan kalau dia akan memenuhi tuntutan masyarakat untuk menyuruh menutup gorong-gorong tempat pembuangan limbah tersebut, menurutnya permintaan warga itu akan diturutinya karena mereka berfikir penyebab banjir gorong-gorong tersebut.
"Kita akan tutup gorong-gorong itu, dan nanti kita melihat apakah benar karena gorong-gorong itu sehingga terjadi banjir disana," kata Taher.
Yanto selaku pengawas lapangan PT Graha Citra mengatakan diatas lahan seluas 32 hektar itu nanti akan digunakan sebagai tempat kontainer, semuanya akan di aspal dan tidak akan menimbulkan debu lagi. Saat ini karyawan sedang menimbun lahan agar lebih tinggi dari permukaan air.
"Tempat itu akan digunakan untuk tempat kontainer, tempat itu juga akan kita aspal, sekarang masih dalam tahap pembangunan makanya berdebu seperti itu," ungkap Yanto.
Namun warga tetap menginginkan kalau lahan seluas 32 hektar itu harus ditutup. Taher mengatakan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar apabila perusahaan itu tetap dibuka, contohnya pihak perusahaan akan merekrut pekerja dari daerah sekitar.
"Kalau perusahaan ini tetap jalan setidaknya warga sekitar bisa direkrut untuk bekerja disana," ujar Tahir.