Persidangan AKBP Mindo
Getwein Pantau Sidang Mindo Dari Jauh
Ada yang mengganjal di benak Getwein Mosse ketika tak bisa hadir dalam persidangan kasus anaknya, Putri Mega Umboh.
Laporan Tribunnews Batam, Sihat Manalu
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Ada yang mengganjal di benak Getwein Mosse ketika tak bisa hadir dalam persidangan kasus anaknya, Putri Mega Umboh.
Apalagi itu persidangan pada tahapan yang cukup menentukan. Demikian juga saat sidang dengan agenda pembacaan pledoi dengan terdakwa menantunya, AKBP Mindo Tampubolon.
Getwein Mosse agak menyesal batal datang ke Batam untuk menyaksikan pembacaan nota pembelaan Mindo di pengadilan negeri Batam, Senin karena kondisi kesehatannya tak memungkinan.
Padahal, ia mengaku jauh-jauh hari sudah berjanji akan datang memberikan dukungan kepada menantunya itu.
"Sebenarnya saya mau datang ke Batam, untuk memberi dukungan moril kepada menantu saya. Tiket pun sudah saya beli, tapi karena badan kurang sehat, akhirnya saya batal datang. Sampai sekarang saya masih sakit, badan lemas. Namun informasi yang saya dengar Ros minta keringanan hukuman," kata Getwein.
Gatwein meski jauh dari Batam tetap memantau proses persidangan. Tak heran jika kemudian ia pun tetap mendengar bagaimana kabar perkembangan persidangan, termasuk tentang pledoi Rosma yang dibacarakan kemarin siang.
Getwein tetap yakin yang melakukan pembunuhan terhadap Putri Mega Umboh adalah Ujang dan Ros. Mereka membunuh karena sakit hati, dendam atas perlakuan Putri, serta ingin menguasai harta Putri.
"Tas kesayangannya anak saya bermerk serta kaca mata, sudah berada di tangan Ros. Itu menandakan kedua orang itu membunuh anak saya lalu merampas hartanya. Kalau sekarang minta dihukum ringan itu tak pantas. Anak saya itu betapa sakitnya disiksa sampai mati, tapi sekarang minta hukuman ringan. Mestinya Ros dan Ujang dituntut seumur hidup atau hukuman mati," katanya.
Ia menyebut supaya fair, tolong dihadirkan Kezya, karena di hadapannya ibunya dibunuh. "Saya sudah tanya siapa yang membunuh mama, lalu dijawab Kezya Ros sama om temannya. Mereka pukul mama," kata Getwein menirukan ucapan Kezya.
Terlepas dari itu semua Getwein bermaksud akan tetap datang pada kesempatan selanjutnya. Ia tetap ingin melihat ending persidangan tentang tragedi yang menimpa anak kesayangannya. (Tribun Batam Cetak)