Rabu, 10 Juni 2026

Di Batam BB Rekon 'Banjir'

Ada Penampungan BB Rusak

Tayang:


Laporan Tribunnews Batam, Aprizal

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - BlackBerry (BB) recon bukanlah hal asing di Batam. Peredarannya pun marak, nyaris tersedia di sejumlah kawasan. Masyarakat awam pun perlu pengalaman khusus untuk bisa membedakan BB yang original dengan BB recon saat membelinya.

Dari segi gebyar sepintas tak ada bedanya. Itulah sebabnya, jika tak memahaminya salah-salah konsumen akan mendapatkan BB recon dengan harga yang mahal.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, BlackBerry recon yang banyak beredar di Batam terbagi beberapa macam. Ada yang sudah dinyatakan recon dari pabrik asalnya, dan kembali diperbarui dengan sistim kanibal.

Ada juga BlackBerry yang sudah rusak (seken), namun kembali diperbaharui. Beberapa komponen di dalamnya diganti dengan komponen yang bukan produksi pabrik asalnya.

"Untuk sekadar mengetes on/off atau fasilitas standar yang ada--seperti sepaker, kamera dan sejenisnya, tentu tak ada beda dengan yang asli. Semua pasti hidup (on), hanya kualitasnya yang dipertanyakan," kata Eri, seorang pemilik konter yang juga cukup paham dengan masalah perkembangan handphone.

Paling mudah membedakan BB yang original dan BB recon, yakni paling sederhana bisa ditilik dari casing-nya. BB recon tidak menggunakan casing seperti BB yang original, casing-nya terlihat tipis dan mudah tergores.

Bahkan merek yang ada di casing terlihat seperti sablonan. Tulisan jelas mudah terhapus dan tergores.

Menurut Eri, BB yang ditawarkan biasanya juga di bawah harga normal di gerai-gerai atau agen terpercaya.

"Pedangang yang menjual BB recon di Batam, biasanya tidak memajangnya di etalase. BB recon dijual saat ada pembeli yang meminta," katanya.

Namun demikian, ada juga pedangang yang langsung menawarkan ke pembelinya, secara terang-terangan mengatakan BB yang dijualnya itu recon.

"Mungkin juga tergantung pembelinya juga. Kalau orang awam yang tak tahu masalah handphone ada juga sebagian pedagang yang memberikan BB recon tanpa memberitahukannya," ujarnya lagi.

Tentang kualitas BB recon, menurut pedagang handphone lainnya, Koko, jelas tak bisa disamakan.

"Jauh lah kualitasnya, antara BB rekon dengan BB yang original bang. BB rokon isinya sudah kanibal semua. Pemakaiannya biasanya sudah expired. Casingnya saja yang kelihatan bagus. Kalau dipakai, paling lama tahannya lima bulan," ujar salah seorang pedangang HP di Batam itu.

Rata-rata pedangang HP menjual BB rekon, katanya, lebih selektif melihat pembelinya. Kebanyakan  BB rekon ditawarkan kepada pembeli dari luar kota yang sedang berkunjung ke Batam atau orang awam. Untuk memancing pembeli, BB rekon ditawarkan dengan harga  miring.

"Kalau di Batam ini ada mekanik khusus BB rekon itu, setiap pedagang HP sudah tahu semua. Kalau ada pembeli yang kira-kira bisa dikelabui atau ada yang meminta langsung, pedagang itu tinggal ambil saja ke gudang mekanik," katanya.

Mereka mengenal istilah tak ada BB yang dikatakan rusak, tidak ada kata tidak bisa diperbaiki lagi. Bahkan para mekanik sengaja menampung BB yang sudah tidak bisa dipakai. BB rusak tersebut sengaja dibelinya ke toko-toko.

Setelah BB tersebut diperbaharui, BB kembali diedarkan ke pasaran. Warna mungkin lebih baru, hanya saja kualitasnya pasti disangsikan.(Tribun Batam Cetak).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved