Kamis, 27 November 2014
Tribun Batam

BB Dari Cina Juga Banyak di Batam

Sabtu, 19 Mei 2012 10:31 WIB

BB Dari Cina Juga Banyak di Batam
Tribun Batam/ Istimewa
Penggerebekan BB Ilegal yang dilakukan oleh aparat kepolisian di pekanbaru

Laporan Tribunnews Batam, Aprizal

TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
- DI pusat pejualan HP di kawasan Lucky Plaza, Top 100 Jodoh dan Nagoya Hill, menyebutkan, pedagang pada umumnya masih memajang berbagai jenis Blackberry (BB) original maupun seken.

Namun untuk BB recon, pedagang sengaja tidak memejang di etalase. BB recon disediakan pedagang  ketika ada permintaan dari pembeli yang datang.

Informasi yang diperoleh Tribun dari salah seorang pedagang di kawasan Nagoya menyebutkan, penggrebekan gudang perakitan BB recon di Pekanbaru, tidak akan berpengaruh banyak terhadap pedagang di Batam.

Pasalnya, prosentase BB recon yang beredar di Batam hanya sedikit yang masuk dari Pekanbaru. Barang yang beredar di Batam lebih banyak yang dipasok dari Cina.

"Pasaran BB di Batam paling lengkap Bang. Orang-orang dari Pekanbaru dan dari daerah-daerah lain di Indonesia justru banyak mencari BB ke Batam. Abang lihat saja, semua ada, mulai dari BB original, BB seken hingga BB rekon. Semua pedagang bebas jual," ujar pemilik konter handphone ini seraya meminta namanya tidak disebutkan.

Informasi yang diperoleh Tribun, terdapat empat perusahan importir resmi pemasok berbagai macam jenis HP, termasuk BB ke Batam. Untuk memenuhi permintaan pasar,  keempat perusahaan resmi tersebut bisa menyuplai ratusan ribu handphone berbagai jenis setiap minggunya.

Namun demikian, selain keempat importir resmi, ada beberapa importir tak terdaftar yang menyuplai beragam merek handphone melalui pelabuhan tikus yang memang banyak terdapat di Batam.

Selain menyuplai handphone gelap, mereka juga menyuplai BB recon dari Cina ke beberapa pengusaha nakal di Batam.

"Rata-rata BB recon itu dari China. Setelah dibawa ke Batam kemudian didaur ulang di sini. Semua aksesorisnya, seperti kotak, handfree, baterai, charger, hingga buku petunjuknya disediakan di Batam. Yang mengherankan, importir ilegal itu juga bisa membawa BB original dan berbagai jenis handphone pesanan beberapa distributor di Batam," ujar salah seorang distributor resmi di Batam.

Beberapa distributor besar berbagai macam handphone di Batam, katanya, memilih kerjasama dengan importir tak resmi untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

Walau demikian, diakuinya meski memasukkan barang ke Batam tidak dikenakan pajak, namun tetap harus menanggung biaya impor per bijinya kepada pihak importir.

"Kalau melalui importir resmi, distributor dikenakan biaya kirim 2 higga 3 dolar Singapura per unitnya. Sudah sangat murah sekali itu, dulu sampai 6 hingga 7 dolar Singapura. Sekarang sudah banyak importir ilegal yang memasukkan dari pelabuhan tikus. Kalau melalui importir ilegal, distributor dikenakan biaya 1 hingga 1,5 dolar Singapura. Kalau BB reconnya, tidak taulah saya berapa ongkos kirimnya, mungkin hitungan sudah per kardus," kata pengusaha ini.
Editor: Iman Suryanto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas