• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Batam

Awas!!! Polusi Udara Mengancam Batam Usai Kebakaran KPLI 13-03-2013

Kamis, 14 Maret 2013 12:33 WIB
Awas!!!  Polusi Udara Mengancam Batam Usai Kebakaran KPLI 13-03-2013
tribunnewsbatam.com/argyanto
POLUSI UDARA- Bapedalda sedang mendalami efek polusi udara setelah kebakaran besar melanda KPLI di Batam, Rabu 13 Maret 2013.
Laporan Tribunnews Batam, Septyan M Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- 
Kepala Bapedalda kota Batam, Dendi Purnomo mengakui kebakaran di unit produksi PT Mega Green Technology mengakibatkan asap pekat membumbung tinggi di udara. Hal itu jelas berdampak pada polusi udara. Namun, untuk kadar toleransinya masih dalam tahap pemeriksaan.

Kini juga telah dilakukan uji kualitas udara, terutama di kawasan Nongsa dan sekitarnya. "Kita fokus ke UU lingkungannya, karena terjadi pencemaran udara dan masih didalami lebih lanjut," ujarnya saat memberikan ketarangan, Rabu (13/3) siang.

Dendi mengatakan, mengenai izin serta legalitas perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan. Selain perizinan, perusahaan  yang berdiri di lahan seluas 20 Ha ini juga memiliki kelengkapan cukup beroperasi di dalam area Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI). Berdasarkan data yang ada Izin dari Kementerian ESDM untuk sertifikasi tangki dikeluarkan pada 31 Juli 2012.

PT Mega Green memiliki kapasitas produksi per harinya menghasilkan 10 ton minyak siap olah dari total bahan baku 30 ton yang masuk. Untuk sementara, akibat kebakaran tersebut limbah yang menumpuk menunggu proses akan dibawa ke Jakarta sampai kondisi normal kembali. Untuk batas waktunya, Dendi menyatakan, tidak ditentukan.

Batam sebagai kota industri, banyak menghasilkan limbah berbahaya yang semestinya dikelola sebagaimana persyaratan dalam UU lingkungan. Tapi karena keterbatasan sarana pengelolaan sampai sekarang masih ada industri yang mengirimkan limbah buangan pabrik ke Pulau Jawa.

Bahkan untuk limbah yang tidak bisa diproses di KPLI ini pun akan dikirim ke tempat pemusnahan limbah di Cileungsi. Selama ini, untuk pengiriman limbah ke Cileungsi dilakukan 30 hingga 40 persen.

KPLI sendiri merupakan milik Otorita Batam, dan pengelolaannya dalam pengawasan dan tanggungjawab Bapedalda. (*)
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas