Di Bulan Ramadan, Handoyo Justru Ancam dan Perkosa Tukang Masak
Tn yang merupakan tukang masak di lokasi proyek tersebut, diancam menggunakan pisau ke bagian perut dan leher korban sebelum diperkosa oleh tersangka.
Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman
TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS- Dalam suasana Ramadan, Handoyo (30) bukannya beribadah, justru mengancam seorang wanita dengan pisau dan memperkosanya.
Polsek Siantanpun mengamankan Handoyo.
Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang bangunan ini, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian karena diduga memperkosa Tn (18).
Handoyo yang bekerja di salah satu bangunan gedung di Tanjung Angkak, Kecamatan Siantan, Anambas, ini diduga menggagahi Tn di gubuk tidak jauh dari lokasi pembangunan gedung tersebut, Senin (22/6/2015).
Pria ini kemudian tiba-tiba datang menghampiri Tn yang berpura-pura minum.
Tn yang merupakan tukang masak di lokasi proyek tersebut, kemudian diancam menggunakan pisau ke bagian perut dan leher korban sebelum diperkosa oleh tersangka.
Sementara itu, Kapolsek Siantan AKP Krisna R yang dikonformasi mengenai hal ini, membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan terhadap Handoyo.
Penangkapan yang dilakukan Kamis (25/6/2015) lalu, setelah adanya laporan dari korban ke Mapolsek Siantan.
"Korban ini bekerja sebagai tukang masak di lokasi proyek tersebut. Dari laporannya kepada kami, korban mengaku diancam pisau ke bagian perut dan leher sebelum diperkosa," ujarnya.
Pihaknyapun saat ini masih menindaklanjuti kasus ini, termasuk mengintrogasi tersangka.
"Sementara ini masih kami lakukan introgasi, termasuk mengambil visum dan memeriksa sejumlah saksi-saksi," ujarnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Siantan Ipda Ardian yang dikonfirmasi mengenai hal ini, berjanji akan mengirimkan identitas dan kronologis perihal kejadian tersebut.
"Benar, tersangka sudah diamankan dan perkaranya dalam riksa. Nanti malam saya alan smskan identitas dan kronologisnya," ungkapnya.
Pantauan Tribun Batam, lokasi tempat kejadian saat ini tampak sepi dan sudah diberi garis polisi