Minim Kapal Feri, Tiket Pesawat Anambas-Tanjungpinang Habis Terjual. Harga Tiket Rp 1,245 Juta!

Minim transportasi laut, maskapai penerbangan di Anambas ketiban rezeki. Tiket penerbangan ke Tanjungpinang, Sabtu dan Senin habis terjual

Minim Kapal Feri, Tiket Pesawat Anambas-Tanjungpinang Habis Terjual. Harga Tiket Rp 1,245 Juta!
tribunnews batam/sm rohman
Ilustrasi. Gubernur Kepri HM Sani (baju putih) saat mendarat di Bandara Palmatak, Anambas, Rabu (5/8/2015) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi transportasi di Anambas belakangan membawa berkah bagi moda transportasi udara, khususnya maskapai komersil yang melayani rute Anambas-Tanjungpinang. Tiket untuk pesawat dari Matak menuju Tanjungpinang diketahui telah terjual habis untuk keberangkatan Sabtu (4/2/2017) dan Senin (6/2/2017) mendatang.

Kapal Pelni yang menjalani docking tahunan hingga pertengahan bulan Februari termasuk dengan kapal ferry Anambas-Batam, termasuk ferry Tanjungpinang-Anambas yang belum beroperasi secara rutin dikarenakan cuaca, diketahui menjadi sebab membludaknya permintaan untuk jasa transportasi udara itu. "Sudah penuh di sistem. Untuk keberangkatan hari Sabtu dan Senin ini. Tidak tahu kalau untuk minggu depan," ujar Delta satu dari agen tiket pesawat Jumat (3/2/2017).

Ia mengatakan, armada untuk rute penerbangan Matak-Tanjungpinang memiliki kapasitas 28 kursi dengan frekusensi penerbangan selama dua kali dalam satu minggu dengan harga tiket mencapai Rp 1,245 juta. "Pemesanan bahkan sudah dilakukan sejak satu minggu sebelumnya," ungkapnya.

Kondisi transportasi di Anambas ini pun, tidak jarang mendapat sorotan dari masyarakat. Abdul Hakim, salahseorang maayarakat mengatakan, harga tiket pesawat mencapai Rp 1 juta lebih, sukar dijangkau oleh sebagian masyarakat Anambas, terlebih dengan situasi perekonomian seperti sekarang ini.

"Kalau masyarakat biasa, kalau tidak penting sangat, berpikir ulang untuk naik pesawat itu. Harga tiket itu belum termasuk ongkos naik speed dari Tarempa ke Palmatak dan taksi menuju bandara khusus di sana," ungkapnya. Ia mengatakan, moda transportasi laut seperti kapal Pelni dan ferry menjadi pilihan masyarakat selain karena harganya terjangkau, jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal terbilang pasti.

"Seperti kapal Pelni itu, jadwal berangkatnya jelas. Harganya pun terjangkau. Saat ini kan perawatan tahunan. Paling tidak, ada kapal penggantinya. Saat ini Kapal Sabuk Nusantara saja yang beroperasi. Hari ini pun, kapal ferry dari Tanjungpinang baru tiba di Tarempa setelah lama tidak beroperasi," tutupnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help