TribunBatam/

Apa Kabar Monumen Bahasa

Monumen Bahasa yang Diimpikan Mendiang HM Sani di Penyengat Itu Belum Juga Berdiri

Sani memilih Pulau Penyengat sebagai tempat berdirinya Monumen Bahasa, karena tokoh sastrawan Melayu Raja Ali Haji berasal dari Penyengat

Monumen Bahasa yang Diimpikan Mendiang HM Sani di Penyengat Itu Belum Juga Berdiri
REPRO
Tribun Batam Senin 13 Maret 2017 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Tiga tahun yang lalu, kala itu mendiang HM Sani masih menjabat sebagai Gubernur Kepri.

HM Sani memiliki cita-cita di Pulau Penyengat berdiri Monumen Bahasa.

Kini H Muhammad Sani telah tiada, namun monumen bahasa yang diimpikannya belum juga berdiri.

Sani memilih Pulau Penyengat sebagai tempat berdirinya Monumen Bahasa, karena tokoh sastrawan Melayu Raja Ali Haji berasal dari Penyengat.

Untuk pembangunan Monumen Bahasa itu, disiapkan biaya Rp 12,5 miliar dengan tiga tahap pekerjaan.

Namun hingga kini, tidak tampak bentuk fisik Monumen Bahasa yang diinginkan itu.

Yang tampak hanyalah hamparan tanah dicor semen dan tiang-tiang beton, Minggu (12/3/2017).

Anak-anak pun terlihat riang bermain di sana sembari menikmati pemadangan pantai dari ketinggian.

Jalan menuju lokasi

Kondisi jalan menuju lokasi dibangunnya monumen ini memang tidak mudah.

Tribun harus melewati jalan yang terjal dan menanjak untuk sampai ke lokasi pembangunan monumen.

Jalannya masih jalan tanah. Beruntung saat melewati jalan itu cuaca sedang tidak hujan.

Itu juga menjadi satu-satunya akses jalan ke lokasi, dan menjadi jalur keluar masuk kendaraan untuk membawa material proyek.

Dari pelabuhan Pulau Penyengat perlu waktu sekitar satu jam berjalan untuk sampai ke lokasi.(*)

* Berita ini sudah diterbitkan di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 13 Maret 2017

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help