Bom Meledak di Dua Gereja di Mesir, Ini Pengakuan ISIS
Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom di dua gereja di Mesir.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom di dua gereja di Mesir, Minggu (9/4/2017).
Seperti yang diberitakan, dua bom meledak di dua gereja saat ibadah Minggu Palem menjelang Paskah di Kota Tanta dan Alexandria, Mesir.
Klaim ini dilansir kantor berita Reuters, yang mengutip Amaq -kantor berita yang terafiliasi dengan ISIS.
Organisasi teroris itu mengaku kelompok yang terafiliasi dengan mereka yang melakukan kedua serangan itu.
Serangan pertama terjadi di dalam ruang ibadah Gereja Koptik di Tanta. Setidaknya ada 25 jemaat yang tewas dan 78 lainnya luka-luka.
Baca: NGERI. Detik-detik Ledakan Bom Bunuh Diri di Alexandria Terekam Video
Baca: Gereja Koptik Dibom, Mesir Terapkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan
Baca: Era Mobil Murah Diprediksi Berakhir Tahun 2019
Data ini dilansir pihak Kementerian Kesehatan Mesir, tak lama setelah peristiwa ledakan bom.
Ledakan di Tanta ini terjadi dari bom yang sebelumnya dipasang di dalam ruang ibadah. Persisnya di baris depan ruang ibadah.
Serangan kedua terjadi beberapa jam setelah itu di pelataran Katedral Koptik di Kota Alexandria.
Ledakan bom ini menewaskan 11 orang dan melukai 40an lainnya. Ledakan di Alexandria ini disebut terjadi akibat serangan bom bunuh diri.
Serangan ini terjadi dalam ibadah Minggu Palem yang memperingati masuknya Yesus Kristus ke Jerusalem. Minggu Palem digelar satu minggu sebelum Hari Raya Paskah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bom-mesir_20170409_215002.jpg)