TribunBatam/

Sebaiknya Anda Tahu

Inilah Cara Pertolongan Pertama Saat Terkena Air Keras. Air mengalir Kuncinya!

Inilah cara pertolongan pertama jika tersiram air keras sebelum berobat ke rumah sakit

Inilah Cara Pertolongan Pertama Saat Terkena Air Keras. Air mengalir Kuncinya!
TRIBUNNEWS.COM
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjamaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Bahan kimia seperti air keras bisa menyebabkan kerusakan parah pada struktur jaringan kulit. Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat terkena cairan air keras.

Baca: Benarkah Sebelum Pelantikan Pejabat Pemprov, Gubernur Marah-marah ke Sekdaprov Soal Ini?

Baca: Komentari Surat KASN, Staf Khusus Gubernur Singgung Soal Pejabat Titipan. Ada Apa?

Menurut dr.Teddy O.H Prasetyono Sp.BP-RE (K), segera basuh diri di bawah air mengalir saat terkena air keras. "Segera manfaatkan air minum jika kejadiannya di mobil atau lari ke air keran yang mengalir untuk membilas diri selama sekitar lima menit," katanya kepada Kompas.com.

Membasuh di bawah air mengalir bertujuan untuk mengurangi bahan kimia yang masih ada di permukaan tubuh, sekaligus mengencerkan bahan kimianya.

"Konsep air mengalir sangat penting, jadi bukan merendam di air. Setelah itu segera ke rumah sakit," kata Teddy.

Bila pasien berada jauh dari rumah sakit, untuk sementara lakukan penutupan bagian yang terkena air keras dengan plastik tipis (plastik wrap).

"Kalau bagian wajah yang terkena, tidak mungkin ditutup plastik, nanti sulit bernapas. Carilah Vaseline petroleum jelly dan oleskan ke bagian luka. Tujuannya untuk menjaga permukaan kulit terkontaminasi berlebihan," katanya.

Setelah pemberian pertolongan pertama pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan luka bakar selanjutnya. Menurut Teddy, penanganan yang tepat dapat mencegah kecacatan akibat kerusakan fungsi-fungsi tubuh.

"Cairan kimia sangat jahat karena kerusakan yang ditimbulkannya. Tujuan utama perawatan adalah mengembalikan fungsinya," katanya. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help