Pilkada DKI Jakarta

Ahok Pastikan Tak Akan Gugat ke Mahkamah Konstitusi. Ini Alasannya

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memastikan tak akan menggugat hasil perhitungan Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua.

Ahok Pastikan Tak Akan Gugat ke Mahkamah Konstitusi. Ini Alasannya
KOMPAS.COM
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memastikan tak akan menggugat hasil perhitungan Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hasil quick count beberapa lembaga survei, pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat kalah dari pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

"Saya kira enggak ada niat gugat ke MK ya. Kalau memang sudah kayak begitu ya sudah saya kira," kata Ahok di kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Baca: Saling Berkirim Pesan WhatsApp, Apa Isi Percakapan Ahok dan Anies?

Baca: Ucapkan Selamat pada Gubernur Jakarta Terpilih, Simak Pesan Menteri Perhubungan

Baca: Anies-Sandi Menang Versi Hitung Cepat, Ini Komentar Fahri Hamzah

Ahok memastikan tak akan menggugat, meskipun banyak temuan dugaan kecurangan ketika pelaksanaan pemungutan suara.

"Saya enggak tahu, itu urusan timses. Saya belum ketemu sama timses," kata Ahok.

Juru bicara Ahok- Djarot, Raja Juli Antoni, sebelumnya menyatakan pihaknya menemukan adanya intimidasi terhadap pemilih di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta pada Rabu ini.

Gangguan terhadap pemilih itu menurut dia terjadi di TPS 13, 16, 17, dan 24 di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. Kemudian di dekat TPS Tegal Alur, dan di TPS 15 Ancol.

"Di TPS 15 di sebuah apartemen daerah Ancol misalnya, para pemilih jadi enggan turun dari apartemen karena ada kerumunan orang yang membuat warga apartemen khawatir," kata Raja. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help