Harus Cantumkan Pesan Kesehatan, Produsen Softdrink Protes Kebijakan Pemerintah

Cara yang ditempuh pemerintah dinilai tidak tepat jika mengharuskan produsen makanan minuman mencantumkan informasi kesehatan pada kemasan produk.

Harus Cantumkan Pesan Kesehatan, Produsen Softdrink Protes Kebijakan Pemerintah
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) menyatakan pihaknya menyatakan keberatan terkait ketentuan pencantuman informasi kesehatan pada kemasan produk minuman ringan termasuk pangan olahan.

Adapun aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Sekretaris Jenderal Asrim, Soeroso mengatakan, dalam aturan tersebut mewajibkan produsen mencantumkan jumlah takaran gula, garam, dan lemak dan juga informaai kesehatan pada kemasan produk makanan dan minuman.

"Ini wajib mencantumkan label kalau mengkonsumsi gula lebih dari 50 gram berisiko diabetes, mengganggu kesehatan. Ini kami keberatan," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Menurutnya, cara yang ditempuh pemerintah dalam menekan angka penderita diabetes tidaklah tepat dengan mengharuskan produsen makanan minuman mencantumkan informasi kesehatan pada kemasan produk.

Baca: Ini Dia Daftar Lina Negara Terkorup di Dunia. Apakah Indonesia Masuk?

Baca: NGERI. Ternyata Petir di Depok Terganas di Dunia dan Sudah Tercatat Guinness Book of World Record

Baca: Hindari Tidur Dekat Ponsel Jika Tak Ingin Kena Lima Dampak Serius Ini

Soeroso menuturkan, kontribusi produk pangan olahan terhadap diabetes tidak sampai 10 persen.

"Nanti kalau angka diabetesnya tidak turun mubazir. Ini dampaknya akan mengkhawatirkan konsumen, mereka menganggap minuman mengandung gula berbahaya, padahal penyebabnya yang lain," paparnya.

Kini, pelaku industri minuman ringan berharap, agar pemerintah membatalkan aturan tersebut, sebab, dikhawatirkan akan berdampak pada pertumbuhan industri minuman ringan kedepan.

"Mestinya berlaku tahun ini, aturan tersebut digunakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jadi kalau perusahaan yang mau daftar registrasi di sana, harus ikuti aturan itu," ungkapnya.

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) menyatakan tren pertumbuhan industri minuman ringan tengah tertekan, pada kuartal I 2017, pertumbuhan industri tersebut masih minus 3 hingga minus 4 persen.

lni terlihat dari tren pertumbuhan sektor industri minuman ringan dalam 4 tahun terakhir hanya berada dalam kisaran 4 persen sampai 8 persen.

Sedangkan jika berkaca pada awal tahun 2000, angka pertumbuhan industri minuman konsisten berada pada kisaran 10 persen sampai 15 persen. 

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help