LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan Simpanan. Ini Alasannya

LPS memutuskan tidak mengubah tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum serta simpanan dalam rupiah di BPR.

LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan Simpanan. Ini Alasannya
Kompas.com
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk tidak mengubah tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta simpanan dalam rupiah di bank perkreditan rakyat (BPR). Tingkat bunga penjaminan ini berlaku 16 Mei 2017 sampai 14 September 2017.

Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di bank umum mencapai 6,25 persen dan valas 0,75 persen.

Sementara itu, tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di BPR mencapai 8,75 persen.

"Tingkat bunga penjaminan saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan likuiditas sistem perbankan dan perkembangan suku bunga simpanan," kata Sekretaris Lembaga LPS Samsu Adi Nugroho dalam pernyataan resmi, Selasa (9/5/2017).

Baca: Soal Isu Kandungan Flouride dalam Air Mineral, Ini Penjelasan Aqua

Baca: Kabar Gembira! Driver Go-Jek Bisa Nyicil Rp 42 Ribu Sehari Untuk Bayar Rumah di BTN

Baca: Inilah Enam Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa di Indonesia

Samsu menyatakan, LPS memandang kondisi fundamental ekonomi makro dipandang terjaga dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan surplus neraca perdagangan, inflasi yang terkendali, serta penguatan indikator pasar keuangan.

"Beberapa faktor eksternal terutama geopolitik dan arah kebijakan moneter negara-negara maju masih perlu menjadi perhatian," ungkap Samsu.

Sesuai ketentuan LPS, bila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpanan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah tersebut menjadi tidak dijamin.

Bank pun diharuskan memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help