Hari Ini, Dua Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Divonis

Dua terdakwa suap yakni Direktur PT Merial Esa Muhammad Adami Okta dan Marketing PT Merial Esa Hardy Stefanus hari ini akan menjalani sidang putusan.

Hari Ini, Dua Penyuap Pejabat Bakamla Bakal Divonis
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa kasus suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/5/2017). Jaksa penuntut umum menuntut Fahmi dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan karena terbukti memberikan suap kepada empat pejabat di Bakamla terkait proyek pengadaan alat pemantau satelit di Bakamla. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua terdakwa suap yakni Direktur PT Merial Esa Muhammad Adami Okta dan Marketing PT Merial Esa Hardy Stefanus hari ini akan menjalani sidang putusan terkait suap pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut.

Keduanya memberikan suap kepada pejabat Bakamla terkait pemenangan PT Merial Esa dan PT Technofo dalam tender pengadaan monitoring satelit dan drone.

Sebelumnya, Adami Okta dan Hardy Stefanus dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut usai penetapan keduanya sebagai saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator.

Baca: Ditetapkan Tersangka, Firza Husein Bakal Ajukan Gugatan Praperadilan. Ini Alasannya

Baca: Ada Daerah Belum Anggarkan Dana Pilkada, Mendagri Bakal Undang 171 Daerah

Baca: Perpecahan di Indonesia Kian Panas, Presiden Jokowi Keluarkan Pernyataan Resmi

Keduanya terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo Pasla 64 ayat 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan terhadap Edi Susilo Hadi yang menerima uang senilai Rp 2 miliar dari Adami Okta dan Hardy Stefanus. Eko Susilo adalah Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Bakamla dan Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Bakamla tahun 2016. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help