Novel Baswedan Alami Teror

Hari Ini, Novel Baswedan Jalani Operasi Mata di Singapura

Tindakan persiapan operasi telah dilakukan, seperti cek kornea mata, pengambilan sampel darah dan urine, X-ray pada thorax (dada) dan tes cardio

Hari Ini, Novel Baswedan Jalani Operasi Mata di Singapura
TRIBUNNEWS.COM
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, penyidik senior Novel Baswedan bakal menjalani operasi mata di sebuah rumah sakit di Singapura, Kamis (18/5/2017).

Menurutnya, operasi dilakukan karena kondisi mata Novel sudah harus ditindaklanjuti, pasca-penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

"Sudah dilakukan empat kegiatan untuk persiapan pelaksanaan operasi. Informasi yang kita terima besok pada hari Kamis (18/5/2017) akan dilakukan operasi untuk kedua mata Novel. Operasi penting dilakukan karena kondisi-kondisi sudah mencapai titik tertentu menurut analisa medis," kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Febri menjelaskan, tindakan persiapan operasi telah dilakukan tim dokter, antara lain pengecekan kornea mata, pengambilan sampel darah dan urine, X-ray pada thorax (dada), dan tes cardio (jantung).

Baca: Dukung Keterbukaan Informasi Publik, Ini yang Dilakukan BP Batam

Baca: BREAKINGNEWS. Hari Ini Tim Terpadu Tertibkan Lahan di Tanjunguma

Baca: Meski Tersangka, Firza Husein Tak Ditahan Polisi. Ini Penyebabnya

"Mulai tengah malam ini Novel diminta puasa untuk kebutuhan pelaksanaan operasi besok," ujarnya.

Febri menambahkan, kondisi kedua mata Novel tidak tampak ada pertumbuhan selaput kornea. Sementara, mata kiri Novel justru mengalami peningkatan tekanan dengan menunjukkan angka 20 mmHg.

"Untuk mata kanan masih terdapat peradangan di bagian tengah, namun tekanan mata normal dan tidak ada infeksi sejauh ini," jelas Febri.

Teror yang menimpa Novel terjadi pada 11 April 2017. Saat itu, Novel pulang dari menunaikan Salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Ia lalu dipepet dua orang yang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba kedua orang itu menyiramkan air keras ke wajah Novel.

Novel memang salah satu penyidik senior KPK yang kerap menangani perkara korupsi kelas kakap. Kasus terakhir yang dia tangani adalah dugaan korupsi proyek e-KTP.

Saat ini, Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan. Air keras yang disiramkan ke Novel itu berdampak pada kondisi matanya. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved