Baru Dibentuk, Satgas Pangan Sudah Tangani 79 Kasus. Kecurangan Soal Ini Bidikan Selanjutnya

Kepala satgas pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya telah membentuk jaringan satgas pangan hingga ke tingkat Polres di sejumlah daerah.

Baru Dibentuk, Satgas Pangan Sudah Tangani 79 Kasus. Kecurangan Soal Ini Bidikan Selanjutnya
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Satgas Pangan Kota Batam memeriksa persediaan daging beku di pasar Puja Bahari Nagoya, Batam, Rabu (24/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski belum lama terbentuk, namun Satuan tugas (Satgas) pangan hasil kerjasama antara pemerintah bersama aparat kepolisian telah menangani 79 kasus terkait dengan penyelewengan pangan dan bahan pangan.

Kepala satgas pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya telah membentuk jaringan satgas pangan hingga ke tingkat Polres yang tersebar di berbagai daerah.

"Satgas pangan ini sudah sampai di tingkat Polres. Hal yang ditangani Polda ditemukan termasuk pangan tetapi membahayakan seperti di Jawa Tengah pembuatan gula merah tapi bahannya tidak layak," ujar Setyo di Kantor Pusat Kemendag, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Dengan masifnya pembentukan jaringan tersebut, pihaknya kini telah menangani 79 kasus yang terbagi menjadi dua bagian.

Pertama, kasus yang berkaitan dengan kecurangan bahan pokok atau penimbunan, oplosan dan lain-lain. Kedua, kasus yang berkaitan dengan penggunaan bahan makanan berbahaya untuk makanan olahan.

Baca: Ingin Beri Efek Jera, Pemerintah Bekukan Izin Enam Importir. Ini Pemicunya

Baca: Harga Jengkol Terus Meroket, Begini Kata Menteri Perdagangan

Baca: Harga Bawang Putih Melambung, Importir Nakal Diduga Lakukan Ini

Setyo mengatakan, saat ini kasus kecurangan bahan pokok mencapai 41 kasus. Dengan rincian kasus yang ditangani oleh Polda sebanyak 12 kasus, ditangani Polres 27 kasus dan 2 kasus ditangani oleh Mabes Polri.

Kemudian, kasus di luar bahan pokok namun berkaitan dengan pangan sebanyak 38 kasus, diantaranya yang ditangani oleh Polda sebanyak 12 kasus dan Polres sebanyak 26 kasus.

"Total 79 kasus. Rencana kami akan lakukan evaluasi lagi dan fokuskan kepada distribusi dan penyimpanan. Ini akan jadi fokus satgas pangan sehingga harga-harga bisa dikendalikan," paparnya.

Setyo memaparkan, satgas pangan baru dibentuk pada tahun ini, namun demikian, tidak bisa dipandang sebelah mata karena saat ini sudah menangani 79 kasus terkait masalah pangan.

Dia juga menegaskan, ke depan pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap distribusi dan penyimpanan stok pangan yang diharapkan berdampak pada kestabilan harga pangan.

"Kedepan kami fokuskan kepada distribusi dan penyimpanan. Ini akan jadi fokus satgas pangan sehingga harga-harga bisa dikendalikan. Ini pertama kali dibentuknya satgas pangan dan dilibatkan melakukan pengawasan, maka yang sebelumnya tidak diawasi akan diawasi," katanya. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Tangani 79 Kasus Masalah Pangan

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help