KARIMUN TERKINI

Amankan Tiga Kotak Mercon, Ini Ancaman Kapolsek Tebing Karimun pada Penjual

Tiga kotak mercon berhasil diamankan dari para pedagang yakni Nurhayanti di simpang pasar PN sebanyak satu kotak.

Amankan Tiga Kotak Mercon, Ini Ancaman Kapolsek Tebing Karimun pada Penjual
Istimewa
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Polsek Tebing bersama Muspika Tebing seperti Kasi Trantib Kecamatan Tebing, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tebing, Babinsa Teluk Uma dan Pamak menggelar penertiban pedagang bunga api serta mercon, Jumat (9/6/2017) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Hasilnya, tiga kotak mercon berhasil diamankan dari para pedagang yakni Nurhayanti di simpang pasar PN sebanyak satu kotak.

Berdasarkan  keterangan Nurhayanti, barang dagangannya ia peroleh dari saudara Irfan Rambe di Bukit Senang.

Kemudian petugas juga menyita dua kotak mercon lainnya masing-masing dari lapak Nurhalim Rambe di depan toko Century, jalan Pertambangan Tebing.

Nurhalim Rambe juga mengaku memperoleh mercon dari saudara Irfan Rambe di Bukit Senang.

Terakhir satu kotak mercon dari lapak milik Guntur Siregar di simpang jalan H Parmen, Pamak Laut. Guntur mengaku membelinya di Pekanbaru.

Baca: Pesan Tukang Pijat Cewek Cantik Lewat Online, Sosok yang Masuk Kamar Bikin Syok

Baca: BREAKINGNEWS. Dikira Taksi Online, Supir Taksi dan Ojek Kepung Sebuah Mobil Avanza

Baca: BREAKINGNEWS. Julia Perez Meninggal Dunia di RSCM

“Mercon dan petasan berdasarkan maklumat Kapolda Kepri Nomor: Mak/01/VI/2017, itu dilarang. Bagi pedagang yang kedapatan, pertama kali kami berikan teguran dan petasan atau merconnya kami sita,” kata Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono, Sabtu (10/6/2017).

Untuk pemasangan maklumat Kapolda Kepri, dikatakan Budi, dipasang pihaknya di tempat-tempat keramaian seperti pasar PN, ruko dan rumah ibadah sepanjang jalan Penerbangan, Kelurahan Pamak, Kelurahan Teluk Uma.

“Situasinya aman dan kondusif, selesai sekitar pukul 17.45 WIB. Untuk mercon yang ditemukan kami amankan sesuai dengan Perkap Nomor 2 Tahun 2008 tentang Wasdalpam Handak dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” terang Budi. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Minggu 11 Juni 2017

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help