TribunBatam/

Tertarik Terapi Plasenta untuk Kecantikan? Baca Dulu Efek Negatif yang Ditimbulkannya

Cara yang lebih ekstrem adalah mengonsumsi pil plasenta sendiri setelah melahirkan. Plasenta tersebut dibekukan kemudian dibuat pil.

Tertarik Terapi Plasenta untuk Kecantikan? Baca Dulu Efek Negatif yang Ditimbulkannya
KOMPAS.COM
Aktris Kim Kadarsian merupakan pengguna terapi plasenta untuk menjaga kecantikannya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Plasenta sudah digunakan sejak zaman Tiongkok kuno dalam terapi antipenuaan dan pengobatan. Produk kosmetik yang mengklaim menggunakan plasenta juga tak sedikit.

Cara yang lebih ekstrem adalah mengonsumsi pil plasenta sendiri setelah melahirkan. Plasenta tersebut dibekukan kemudian dibuat pil.

Selebriti seperti Kourtney dan Kim Kardashian, serta Katherine Heighl, adalah beberapa nama yang diberitakan melakukan terapi plasenta untuk mempertahankan kecantikan.

Manfaat lain yang diklaim adalah memperbaiki mood dan menurunkan risiko depresi pasca-melahirkan.

Walau demikian, tak sedikit dokter yang tidak merekomendasikan terapi plasenta tersebut. Risiko yang mungkin terjadi adalah menyebabkan infeksi pada bayi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menemukan, bayi berumur 5 hari dilarikan ke rumah sakit setelah ibunya mengonsumsi pil plasenta. Bayi tersebut mengalami sesak napas dan setelah diperiksa ia terinfeksi bakteri grup B streptococcus (GBS).

Baca: Pemko Serahkan Bantuan, Korban Kebakaran: Kami Senang dengan Perhatian Pemerintah

Baca: Anggota DPRD Jakarta Ingin Belajar Operasional MRT ke Hongkong, Begini Komentar Djarot

Baca: Selama Buron, di Tempat Inilah Pembunuh Italia Chandra Bersembunyi

Bakteri itu biasanya ditemukan di vagina atau rektum. Proses persalinan normal bisa membuat bakteri ini berpindah ke bayinya.

Namun, seberapa sering plasenta bisa terpapar infeksi bakteri GBS? Menurut Kecia Gaither, dokter kebidanan dan kandungan, selalu ada risiko infeksi, karena itu sangat penting memperhatikan bagaimana plasenta ditangani dan disimpan setelah persalinan.

"Selain itu belum ada standar tentang bagaimana proses pembuatan kapsul plasenta dan metode yang ada sekarang belum mampu membunuh semua patogen," kata Gaither.

Walau terapi plasenta sudah dikenal lama, namun belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan manfaatnya bagi kecantikan. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Efek Berbahaya Terapi Plasenta untuk Kecantikan

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help