ANAMBAS TERKINI

Mau Nikmati Keindahan Bawah Laut, Wisatawan Malah Temukan Sampah Plastik. Ini yang Mereka Lakukan

Bukan karena keindahan alam, namun karena wisatawan yang memungut sendiri sampah plastik yang terjepit di terumbu karang

Editor: Mairi Nandarson
SCREENSHOT VIDEO
Seorang wisatawan membersihkan terumbu karang dari sampah plastik saat menyelam yang awalnya hanya untuk menyaksikan keindahan bawah laut Pulau Berhala, di Anambas. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Pariwisata Anambas kembali menjadi sorotan.

Bukan karena keindahan alam, namun karena wisatawan yang memungut sendiri sampah plastik yang terjepit di terumbu karang.

Peristiwa ini terekam melalui video bawah laut itu, terjadi saat wisatawan lokal yang dibawa oleh Pecinta Alam Laut Anambas Bahari (PALAB) melakukan diving di Pulau Berhala ‎Jum'at (18/8/2017) lalu.

Baca: Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam

Baca: Polisi Tak Berikan Pengawalan Demo Sopir Taksi Online, Begini Alasannya!

Baca: BPJS Tanjungpinang Lakukan Kegiatan Ini Agar Mahasiswa dan Pelajar Miliki Kartu JKN-KIS

Menyelam di kedalaman 10 meter, dua orang wisatawan itu merasa iba ‎kala tengah menikmati keindahan terumbu karang tersebut.

"Ada enam orang wisatawan yang kami bawa. Sebelumnya, mereka ikut serta dalam pengibaran bendera merah putih di bawah laut tepat saat 17 Agustus.

Saat menyelam di area terumbu karang di pulau tersebut, beberapa dari mereka melihat sampah plastik itu.

Mereka pun spontan mengambil sampah tersebut," ujar Ketua PALAB Kabupaten Kepulauan Anambas, Rohadi Senin (21/8/2017).

‎Merasa malu dengan sikap yang diambil wisatawan lokal itu, dua orang itu pun memberikan teguran dan nasihat kepada mereka.

Menurut Dia, potensi kelautan yang dimiliki Anambas, haru dijaga kelestariannya.

Fenomena sampah plastik yang tersangkut di terumbu karang ini, diakuinya banyak ditemukan saat menyelam pada sejumlah spot di Anambas.‎

Tidak hanya sampah plastik, tali dan sampah jaring pun, banyak ditemukan dengan kedalaman antara lima sampai sepuluh meter.

"Yang jelas, ini merasa tamparan untuk kami. Di satu sisi kami merasa terenyuh dengan sikap mereka itu.

Awalnya kan mau menyelam sambil melihat keindahan alam bawah laut. Tapi, malah menemukan hal yang memalukan seperti ini," keluhnya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 22 Agustus 2017

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved