TribunBatam/

Operasi Tangkap Tangan KPK

Geledah 4 Tempat, KPK Sita Dokumen Aliran Uang Suap Walikota Tegal Siti Masitha

KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Siti Masitha, Amir Mirza sebagai penerima suap, sementara Cahya Supriadi, Wakil Direktur RSUD sebagai penyuap

Geledah 4 Tempat, KPK Sita Dokumen Aliran Uang Suap Walikota Tegal Siti Masitha
dok. Pemko Tegal
Siti Masitha Soeparno 

Laporan Theresia Felisiani

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pengusutan dugaan suap kepada Walikota Tegal yang tertangkap oleh operasi senyap KPK terus berlanjut.

Kasus suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Tegal tahun anggaran 2017 terus bergulir di KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Kamis (31/8/2017) penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

"Hari ini tim kami melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi atas OTT Walikota Tegal," ungkap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dikatakan Febri, ada empat lokasi yang digeledah yakni RSUD Kardinah, Kantor Wali Kota Tegal, Rumah Dinas Wali Kota Tegal dan rumah tersangka AMH (Amir Mirza) di Perum Citra Bahari.

Febri menjelaskan kegiatan penggeledahan dilakukan tiga tim secara pararel sejak pukul 02.30 WIB dini hari hingga pukul 11.00 WIB.

Hasilnya, penyidik menyita barang bukti yang diduga ada kaitan dengan kasus suap Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno tersebut.

"Selain menyita dokumen terkait aliran uang ke tersangka‎ dan kontrak beberapa proyek di RSUD, penyidik juga menyita lima mobil serta empat motor milik AMH yang diduga dibeli dari uang suap yang diterima sebelumnya," kata Febri.

Diketahui dalam kasus ini, ‎penyidik KPK menetapkan tiga tersangka yakni Siti Masitha Soeparno, Amir Mirza Hutagalung sebagai penerima suap, sementara Cahya Supriadi, Wakil Direktur RSUD Kardinah sebagai pemberi suap.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help