TribunBatam/

Investor Tak Tertarik, Insentif Fiskal Bakal Direvisi

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk menggelar evaluasi.

Investor Tak Tertarik, Insentif Fiskal Bakal Direvisi
pixabay
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Sudah banyak gula-gula ditebar, nyatanya insentif investasi masih sepi peminat. Oleh karena itu, pemerintah akan mengevaluasi terhadap sejumlah insentif fiskal yang sudah ditebar selama ini.

Pemerintah juga akan mempermudah persyaratan insentif pajak penghasilan (PPh) badan.

Evaluasi akan dilakukan terhadap sejumlah insentif fiskal, seperti tax holiday, tax allowance, kemudahan di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri khusus (KI), insentif pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah, hingga pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN).

Evaluasi ini dilakukan karena peminat insentif tersebut dinilai terbatas.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk menggelar evaluasi.

"Pada tahun 2005 saat saya jadi Menkeu pertama kali dan sampai hari ini, saya tanya yang menggunakannya hanya lima perusahaan," kata Menkeu, Rabu (6/9/2017).

Menurut Menkeu, evaluasi dilakukan untuk melihat apa penyebab tidak lakunya sejumlah insentif fiskal tersebut. Kemkeu, menurut Sri, siap menghilangkan hambatan-hambatan yang berasal dari internal kementerian.

"Apakah halangannya ada di kami atau di perusahaan? Atau ada halangan lain sehingga kami bisa identifikasi apa yang jadi hambatan," katanya.

(Baca: Suami Indria Kameswari Bawa Tiga Peluru saat Kabur ke Batam. Pistolnya Dimana?)

(Baca: Jepang Bakal Kembangkan Sentra Perikanan di Natuna)

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help