Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!

Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!

Direktur RSUD Bintan Datang Melayat, Suasana Langsung Panas. Terdengar Teriakan Warga Marah!
tribunbatam/aminnudin
Suasana rumah duka warga Sei Enam yang dikabarkan meninggal dunia setelah RSUD menolak merawat lantaran diduga kartu BPJS mati 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Suasana rumah duka keluarga Alamsyah di Kampung Sungai Enam tampak ramai oleh warga yang melayat. Kain putih tanda duka dipasang di sekitar rumah. Beberapa raut duka tampak terlihat di wajah sejumlah warga.

Baca: BREAKINGNEWS: Ditolak Berobat ke RSUD, Warga Bintan Meninggal Dunia. Gara-gara Kartu BPJS Mati?

Baca: Heboh! Chat Intim dan Mesra Bocor, Netizen Ngakak Baca Pengakuan Anang Begini!

Baca: Heboh! Inilah 5 Fakta Mengejutkan Kehidupan Dukun Cilik Ponari! Nomor 1 Bikin Merinding!

Baca: Misteri Terbongkar! Kenapa Pria Kerap Mengambil Keputusan Bodoh Ketika Terangsang? Ini Jawabnya!

Pantauan Tribun di rumah duka pukul 16.00 WIB, suasana tampak cukup memanas. Luapan kemarahan tak mampu diredam warga dan keluarga. Ini setelah Direktur RSUD Bintan, Beni Anthoni datang melayat ke rumah duka.

Suasana sudah terlihat panas dan ketika dokter RSUD ditemani satu dokter turun dari mobil. Teriakan agar pihak rumah sakit betanggung jawab atas meninggalnya nyawa ibunda Alamsyah, bersahutan sahutan di lokasi begitu Beni muncul. Direktur RSUD Benni Antomi tampak diam saja.

Benni langsung digiring ke dalam rumah ketua RW setempat. Di belakang ketua RW itulah posisi rumah duka. Di dalam ruang tamu ketua RW, Beni dihujani pertanyaan seputar dugaan lalalainya pihak rumah sakit menangani pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan yang masa berlakunya habis.

Di luar, teriakan agar kepala RSUD itu dihadirkan keluar bersahutan. "Suruh dia keluar ke sini, bertanggug jawab atas nyawa keluarga kami, "begitu teriakan yang terdengar diluar.

Tokoh Masyarakat Kijang, Musaffa Abas tampak terlihat berusaha untuk menengahi warga di dalam ruang tamu pak RW. Karena teriakan warga yang bergerumul di halaman ketua RW makin keras agar kepala RSUD diminta bicara di luar,

Benni pun akhirnya bersedia menemui warga di luar. Namun sebelum berbicara, Musaffa Abas meminta warga tenang dulu.

"Kita menghadapi pemakanan sebentar lagi, saya mohonlah tenang. Tadi kan saya dipercayai menjadi penghubung, jangan disini semua nak ngatur, itu yang paling penting. Yang kedua, ini nantikan kaitannya dengan masalah hukum, kalau ada lepuk salah satu dari pada yang datang sini, kira kira kita ini siap bertanggung jawab tidak,

itu jadi pertimbangan, memang hari ini lagi panas, tapi besok hati sudah jai sejok, jadi biarkan dolo pak Benni selaku direktur utama RSUD bicara dulu,"kata Musaffa Abas dalam logat melayu kental. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help