Jadi Kampung KB, Pak Kades Nyamuk Bikin Ngakak Wabup Anambas. Ini Candaannya!

Jadi Kampung KB, Pak Kades Nyamuk Bikin Ngakak Wabup Anambas. Ini Candaannya!

Jadi Kampung KB, Pak Kades Nyamuk Bikin Ngakak Wabup Anambas. Ini Candaannya!
Tribun/Septyan Mulia Rohman
Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas saat menandatangani komitmen bersama pembangunan kampung KB di Dusun Luap Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur Kamis (19/10/2017) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎Warga Dusun Luap RW 005 Desa Nyamuk antusias ditetapan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).

Saat pengukuhan kampung KB yang dihadiri oleh Wakil Bupati bersama rombongan dari kabupaten, antusias mereka terlihat dari padatnya lapangan bola voli tempat dilangsungkannya acara.

Baca: Mengejutkan! Begini Wajah Ketiga Anak Jokowi Waktu Kecil, Kahiyang Memang Cantik dari Kecil!

Baca: Heboh! Menyamar Jadi PSK, Kapolsek Cantik Ini Dapat Kenaikan Pangkat. Langsung Promosi Jabatan!

Saking antusiasnya, Kades Nyamuk Zurman bahkan sempat berseloroh bila dengan berjalannya program KB ini, akan berpengaruh kepada jumlah anak-anak yang ada di sekolah, khususnya Sekolah Dasar.

"Dusun kami ini kebetulan ada SD, pak. Kalau nanti ada KB, jangan pula sekolah menjadi kosong," ujarnya yang disambut tawa undangan Kamis (19/10/2017).

Ia menambahkan, dusun yang merupakan bagian dengan Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur ini memiliki penduduk dengan jumlah 240 orang dengan 60 ‎pemilik Kartu Keluarga (KK).

Potensi pertumbuhan penduduk, khususnya pada usia produktif diakuinya merupakan hal penting dalam mensukseskan program KB ini.

Pencanangan kampung KB yang jauh dari kesan serius ini pun, ditanggapi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra.

Sembari berseloroh pula, orang nomor dua di Anambas ini mengatakan perlunya konsep dua orang anak cukup pada setiap keluarga. Menurutnya, perlu ada tindaklanjut dari pemerintah dari berbagai tingkatan setelah penetapan kampung KB ini.

"Saya tida rekomendasikan dua Bini (istri), saya rekomendasikan dua anak cukup," ujarnya yang disambut gelak tawa tamu undangan. Pembentukan kampung KB ini, diakuinya juga perlu diimplementasikan dengan aksi nyata.

Wan mengatakan, tujuan dari program KB berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat selain erat kaitannya dengan tempat tinggal.

"Kita perlu berkomitmen bersama. Jangan sampai sudah ditetapkan sebagai kampung KB, tapi jumlah penduduk dan anak malah terus bertambah," ungkapnya.

Dibagian lain, Kepala Bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana Dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, A. Azim mengatakan, terdapat lima dari tujuh kecamatan yang telah ditetapkan sebagai kampung KB. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Saya hanya meluruskan yang disampaikan Pak Kades, bahwa tujuan dari program KB ini untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Selain itu, menjaga jarak antara anak. Jadi, tidak perlu khawatir sekolah kosong," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved