TribunBatam/

BATAM TERKINI

Sebelum Tinggalkan Batam, Pimpinan BP Batam Beberkan Hasil Kerjanya. Simak Sejumlah Prestasinya

Hatanto mengaku lega walaupun harus meninggalkan Kota Batam dalam waktu yang singkat karena sudah dinyatakan diganti dengan pejabat baru.

Sebelum Tinggalkan Batam, Pimpinan BP Batam Beberkan Hasil Kerjanya. Simak Sejumlah Prestasinya
Para pimpinan BP Batam menggelar juma pers terakhir, Rabu (18/10/2017), sebelum diganti, Kamis (19/10/2017). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM  - Bersamaan dengan momen pelantikan Pimpinan BP Batam yang baru, Kamis (19/10/2017) kemarin, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan Wakil Kepala BP Batam serta 4 Deputi. menggelar jumpa pers laporan kinerja perkembangan terakhir Batam di ruangan Marketing Center BP Batam.

Hatanto mengaku lega walaupun harus meninggalkan Kota Batam dalam waktu yang singkat karena sudah dinyatakan diganti dengan pejabat Pimpinan BP Batam yang baru.

"Sejak kami datang sampai saat ini sudah banyak yang sudah kami perbuat dan hasilnya nyata. Yang semula tidak beraturan kini sudah mulai membaik walaupun banyak yang mengkritik masih berbelit-belit, yang penting sudah sesuai denga ketentuan dan aturan sebagaimana mestinya," ujar Hatanto.

Hatanto mengatakan, bahwa investasi asing (PMA) sumber BKPM tahun 2016 nilai investasi meningkat menjadi USD 462,8 juta dari USD 325,6 juta di tahun 2015 lalu.

Sementara untuk periode Januari sampai September 2017 nilai investasi naik menjadi USD 767,7 juta, meningkat menjadi 78 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan jumlah proyek total sebanyak 61 proyek naik menjadi 5 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2016.

"Nilai investasi 9 bulan pertama tahun 2017 adalah yang tertinggi sejak tahun 1971. Dan kalau dilihat dari indikator kinerja utama yang ditetapkan tahun 2017 yaitu sebesar USD 558,0 juta, maka untuk 9 bulan pertama tahun 2017 sudah melampaui target, demikian juga dengan penciptaan lapangan pekerjaan," kata Hatanto.

Baca: FTZ Akan Diganti Jadi KEK, Lukito Berharap 2 Tahun Lagi Batam Berubah

Baca: Resmi Dilantik, Kepala BP Batam Segera Evaluasi Dualisme Perizinan dan Aturan yang Hambat Investasi

Baca: Ditantang Kembalikan Batam Jadi Lokomotif Ekonomi Kawasan, Ini Rencana Kepala BP Batam Mewujudkannya

Hatanto juga mengatakan, untuk nilai ekspor 9 bulan pertama tahun 2017 sudah naik sekitar 37 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2016 lalu. Kemudian untuk memacu peningkatan investasi, BP Batam telah melakukan percepatan perijinan dengan program i23J (izin investasi 3 jam) dan program KLIK.

"Penggunaan program i23J ini sejak diluncurkan pada bulan September 2016 lalu telah mencapai 13 proyek dengan nilai USD 233,3 juta dan saat ini sudah ada 12 proyek yang telah mendaftarkan minatnya dengan nilai USD 299,0 juta," terang Hatanto.

Kemudian lanjutnya, izin lalulintas barang juga telah dilakukan penyederhanaan dari manual ke system online (SIKMB) yang semula manual selama 14 hari kerja, dengan program SIKMB sudah dipersingkat menjadi 4 hari kerja dan targetnya one day service.

Lalu, izin pelabuhan di pelabuhan laut juga telah dilakukan perombakan organisasi dan SDM nya. Seiring dengan itu juga dilakukan pengurusan di Pelabuhan dengan sistem online yang di sebut host to host, dan telah terjadi kenaikan pendapatan dari Januari sampai Agustus 2017 menjadi 190 miliar sedangkan tahun 2015 hanya 115 miliar. Laba yang diperoleh sebesar 217 miliar.

"Ini adalah angka laba tertinggi yang pernah dicapai selama ini. Sama halnya dengan Bandara juga terjadi peningkatan pendapatan dalam periode 8 bulan pertama menjadi 152 miliar, ini juga tertinggi. Ini bukan kata Hatanto atau sering disebut HTT ini hasil laporan dari BPK. Tahun ini BP Batam mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, ini adalah prestasi yang dilakukan dalam tahun 2017 ini, " tambahnya.

Kemudian, laporan tentang perbaikan RS Otorita Batam, kenaikan tunjangan Pegawai, serta daerah tangkapan air yang sangat penting bagi masyarakat Kota Batam juga tak lepas diterangkan Hatanto. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help