TribunBatam/

BATAM TERKINI

FTZ Akan Diganti Jadi KEK, Lukito Berharap 2 Tahun Lagi Batam Berubah

Kepala BP Batam yang baru dilantik, Lukita Dinarsyah Tuwo mengharapkan perubahan status Batam dari kawasan FTZ jadi KEK berjalan mulus.

FTZ Akan Diganti Jadi KEK, Lukito Berharap 2 Tahun Lagi Batam Berubah
Tribun Batam/Argianto

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kepala BP Batam yang baru dilantik, Lukita Dinarsyah Tuwo mengharapkan perubahan status Batam dari kawasan Perdagangan Bebas Indonesia atau Free Trade Zone (FTZ) bisa berjalan mulus dalam dua tahun.

Dimana, transformasi ini akan menjadi penting setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean.

"Adanya MEA, barang dari luar bisa masuk ke Indonesia dengan tarif murah, tapi kalau dari Batam karena statusnya FTZ, maka dikenakan bea masuk dan pajak kalau masuk daerah pabean Indonesia. FTZ ini membuat beberapa pengusaha yang kirim ke Jakarta, kirim dulu ke Singapura baru ke Jakarta," papar Lukita.

Arahan transformasi menjadi KEK, kata Lukita, sudah menjadi keputusan Presiden Joko Widodo dan merupakan arahan dari Dewan Kawasan PBPB.

"Tentu nantinya BP Batam akan berubah menjadi Badan Pengelola Kawasan KEK," ucapnya.

Baca: Resmi Dilantik, Kepala BP Batam Segera Evaluasi Dualisme Perizinan dan Aturan yang Hambat Investasi

Baca: Ditantang Kembalikan Batam Jadi Lokomotif Ekonomi Kawasan, Ini Rencana Kepala BP Batam Mewujudkannya

Baca: Sudah 169 Perusahaan Gulung Tikar, Beginilah Kondisi Ekonomi Batam Saat Ini

Dengan berubah menjadi KEK, nantinya Batam memiliki zona-zona, seperti pariwisata, minyak dan gas dan pastinya mengembangkan Batam menjadi suatu tempat khusus digital ekonomi.

"Kita juga ingin memanfaatkan bandara dan pelabuhan menjadi suatu pusat logistik yang maju. Ini coba kita liat lagi, nanti kita percepat, supaya investasi bisa segera masuk," kata Lukita.

Sementara terkait organisasi BP Batam, Lukita melakukan pembenahan dan melakukan efisiensi dengan menghilangkan posisi wakil kepala dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia BP Batam. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help