TribunBatam/

Selain ‘Monster Mum’ yang Divonis 150 Tahun. Polisi Kejar Pacarnya dan Dua Orang Ini

Wanita ini mengakui 10 tuduhan yang didakwakan kepadanya, menjadikan dua putrinya yang berusia 10 dan 13 tahun sebagai pelacur.

Selain ‘Monster Mum’ yang Divonis 150 Tahun. Polisi Kejar Pacarnya dan Dua Orang Ini
The Star Malaysia
Dua remaja berusia 10 dan 13 tahun yang menjadi korban prostitusi oleh ibunya sendiri di Malaysia 

TRIBUNBATAM.id, JOHOR BAHRU - Seorang ibu empat anak berusia 39 tahun yang berjuluk "Monster Mum" di Johior Bahru, divonis 150 tahun penjara oleh pengadilan setempat.

Wanita ini mengakui 10 tuduhan yang didakwakan kepadanya, menjadikan dua putrinya yang berusia 10 dan 13 tahun sebagai pelacur.

Ke dua putrinya itu, masing-masing "dijual" sebanyak lima kali kepada warga negara Bangladesh, Oktober lalu.

Baca: Bukan Membunuh, Perempuan Malaysia Ini Dijuluki Monster Mum dan Dihukum 150 Tahun Penjara

Eanita yang sudah menikah lima kali ini akan menjalani hidupnya di balik jeruji besi selama 75 tahun karena penjualan ke dua anak dari hasil perkawinan dengan suami keempat dan kelima itu dilakukan dalam waktu bersamaan.

Namun ternyata, aksi bejat si "Monster Mum" tidak dilakukan sendiri.

Otak dari prostitusi di bawah umur itu, menurut kepolisian setempat, adalah pacar sang ibu.

Polisi telah mengidentifikasi tempat persembunyian pacar Munster Mum tersebut serta dua orang lainnya yang terlibat dalam kasus yang membuat heboh Malaysia itu.

Baca: Aktris Cantik Jun Ji Hyun Bikin Adem Hubungan Panas Korsel dengan China. Ini yang Dilakukannya

Baca: Evan Dimas Pindah ke Selangar FA. Gajinya Itu Lho, Siapa Tahan?

Kepala kepolisian setempat (OCPD) Supt Razak Md Said mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi persembunyian ke tiga tersangka.

Monster Mum usai menerima voinis 150 tahun penjara
Monster Mum usai menerima voinis 150 tahun penjara (The Star Malaysia)

Selain pacar Monster Mom, dua lainnya adalah dua pria hidung belang berkewarganegaraa Bangladesh berusia 30-an.

"Tersangka sedang bersembunyi di suatu tempat di Johor dan di negara bagian lain," katanya seperti dilansir The Star di kantor polisi distrik Kulai, Johor, Senin (13/11/2017).

Razak mengatakan,  pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian Johor untuk melakukan penangkapan.

"Kami telah mengidentifikasi tempat persembunyian mereka dan telah menginformasikan beberapa institusi pemerintah untuk memastikan para tersangka tidak akan meninggalkan negara ini," katanya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help