Anggaran Defisit Rp 168 Miliar, Rapat di Pemko Batam Tak Pakai Konsumsi Lagi

Karena defisit itu, kita juga melakukan efisiensi. Misalnya tidak ada perjalanan dinas, yang kedua konsumsi rapat.

Anggaran Defisit Rp 168 Miliar, Rapat di Pemko Batam Tak Pakai Konsumsi Lagi
TRIBUNBATAM/ARGIANTO DA NUGRAHA
Sekdako Batam Jefridin dan Gedung DRPD Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Sekdako Batam, Jefridin, mengatakan, total defisit pada APBD 2017 ini mencapai Rp 168 miliar.

Akibatnya, banyak proyek yang perlu dilakukan adendum kontrak di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menunda pembayaran terhadap rekanannya.

Disebutkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air merupakan OPD yang paling banyak dilakukan penundaan pembayaran.

Baca: 6 Fakta Tarung Pelajar SMP di Bogor. Saling Bacok Hingga Tewas, Ternyata Korban Cuma Modal Nekat

Baca: Dua Proyek Keramat di Anambas Kembali Mencuat di DPRD. Ini Jawaban Bupati Abdul Haris

Baca: Mencekam! Ratusan Driver Ojek Online Kepung Kampus, Cari Mahasiswa Ini. Begini Pemicunya!

Besarannya mencapai Rp 60 miliar. Sedangkan di OPD lain, tidak begitu besar.

"Karena defisit itu, kita juga melakukan efisiensi. Misalnya tidak ada perjalanan dinas, yang kedua konsumsi rapat," ujar dia.

Disinggung soal realisasi kegiatan di masing-masing OPD pada 2017, Jefridin meminta hal itu ditanyakan langsung kepada OPD masing-masing.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, tak berkomentar banyak soal tunda bayar yang paling banyak berada di OPD-nya. 

"Itu kebijakan pimpinan," ujar dia.

Sedangkan untuk realisasi kegiatan, Yumasnur mengatakan, rata-rata sudah di atas 80 persen. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Abd Rahman Mawazi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved