Promotor MotoGP Lebih Memilih Indonesia dan Tolak Proposal dari Potugal
Sayang proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh promotor MotoGP, Dorna. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia
TRIBUNBATAM.id - Setelah musim depan akan menggelar 19 seri balapan berkat penambahan GP Thailand, kejuaraan MotoGP dikabarkan akan menambah satu seri lagi pada musim 2019.
Itu berarti akan ada 20 seri balapan MotoGP dalam satu musim, jumlah yang sama dengan ajang F1 saat ini.
Slot terakhir sendiri sudah dipastikan akan menjadi milik Finlandia setelah kesepakatan antara pengelola Sirkuit KymiRing dengan Dorna pada pertengahan tahun ini.
Baca: Timnas Sampai di Aceh, Egy Maulana Vikri Langsung Jatuh Cinta
Baca: ASTAGA. Seorang Ibu Dihabisi Anaknya Sendiri dengan Cangkul Gegara Tak Dikasi Uang
Baca: Panglima TNI Kirim Tim untuk Selidiki Pria yang Tewas di Pos TNI di Maluku Utara
Akan tetapi masalah keuangan membuat persiapan Finlandia dalam menggelar balapan motor terpopuler itu mengalami kendala.
Seperti dikutip BolaSport.com dari Speedweek, baru-baru ini operator Sirkuit Algerve, Portimao, Portugal mengajukan diri untuk menggantikan posisi Finlandia di kalender musim 2019.
Sayang proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh promotor MotoGP, Dorna.
"Tidak ada kesempatan bagi Portimao," ujar CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, seperti dikutip BolaSport.com dari Speedweek.
Setidaknya ada beberapa alasan lain kenapa proposal GP Portugal tidak diterima oleh MotoGP.
Pertama, sudah terlalu banyak seri balapan yang berlangsung di Eropa bagian Selatan.
Baca: Kunci Kemenangan Proyek E-KTP Adalah Irman, Setya Novanto dan Adik Gamawan Fauzi
Empat seri balapan di Spanyol (Jerez, Catalunya, Aragon, Valensia) dan dua seri di Italia (Mugello, Misano) membuat kawasan tersebut menguasai sepertiga dari kalender balap MotoGP.
Kedua, pengelola Sirkuit Algerve beberapa kali mengalami kesulitan dalam membayar biaya penyelenggaraan balapan.