LAKA LANTAS DI BATAM
Tadi Sore Baru Aja Jumpa Aldi, Sekarang Udah Nggak Ada, Cepat Kali Perginya
Kecelakaan yang diduga tabrak lari terjadi di jalan Yos Sudarso, kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kecelakaan yang diduga tabrak lari terjadi di jalan Yos Sudarso, kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, tepatnya di depan masjid Taqwa.
Akibat kecelakaan ini, satu korban meninggal dunia, banyak warga yang berdatangan menangis melihat kondisinya.
Salah satu teman sekolah korban di SMP 4 Batam menangis di rumah duka mengetahui teman sekelasnya sudah tiada.
"Tadi sore baru aja jumpa Aldi, sekarang udah gak ada, cepat kali perginya," tangis seorang temannya di rumah duka, Selasa (12/12/2017) malam.
Baca: BREAKING NEWS. Tabrak Lari? Siswa SMP Tewas di Bengkong. Motornya Penabraknya Ditinggal
Baca: BREAKING NEWS. Dua Motor Tabrakan di Jalan Sutami Tanjungpinang. Dua Pengendara Terkapar
Baca: Lalu Lintas di Simpang Jam Rabu Pagi Terpantau Cukup Padat, Tapi Masih Lacar
Pantauan awak media, selain teman sekelas korban, sejumlah temannya di lingkungan tempat tinggalnya di Asrama Bengkong Polisi juga turut bersedih.
Tetangga yang mengenal baik korban juga menangis mendapatkan kabar duka kepergian anak yang dipandang warga baik dan sopan ini.
"Dia anaknya baik, ramah sama orang. Nggak neko-neko anaknya, sedih saya pas dapat kabar dia kecelakaan sampai meninggal begini. Makanya saya langsung ke sini saat dapat kabar, tak kuat saya lihatnya," ujar ibu Ani, tetangga yang mengenal korban.
Korban bernama Raldya Pratama yang biasa akrab di panggil Aldy siswa kelas 3 di SMPN 4 Batam ini adalah putra dari anggota polisi bernama Sarijan berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) bertugas di KKP Pelabuhan Punggur.
Korban dikabarkan menjadi korban tabrak lari.
Informasi yang di dapat di rumah duka, korban mengendarai motor vario, dan yang diduga pelaku tabrak lari memakai motor Vixion.
Motor korban dan Vixion sudah di amankan pihak kepolisian. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 wib malam.
Korban meninggal dunia mengalami pendarahan yang cukup banyak di bagian kepalanya.
Diduga juga akibat terlambatnya pertolongan kepada korban untuk dibawa ke rumah sakit.
"Bapaknya sendiri yang bawa katanya ke rumah sakit, nggak ada yang berani angkat, soalnya darahnya banyak di kepalanya, kata orang-orang tadi," sebut warga yang melayat kerumah duka.
Rencananya keluarga korban akan melakukan pemakaman pada Rabu pagi ini.
Sejumlah warga membacakan surat Yasin di rumah duka.(dra)