Gegara DONALD TRUMP, Natal di Yerusalem tak Semeriah Sebelumnya. Turis tak Banyak yang Datang

Insiden ini tampaknya menahan hasrat sejumlah umat Kristiani untuk merayakan Natal di Betlehem seperti tahun-tahun lalu.

Gegara DONALD TRUMP, Natal di Yerusalem tak Semeriah Sebelumnya. Turis tak Banyak yang Datang
ANTARA FOTO/REUTERS/AMMAR AWAD
Warga Palestina mengenakan kostum Santa Claus, Sabtu (23/12/2017), berdiri di depan pasukan tentara Israel dengan memasang masker anti-gas air mata, di Betlehem, Yerusalem, sebagai bentuk protes terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

TRIBUNBATAM.ID- Misa malam Natal di Betlehem, Yerusalem, Minggu (24/12/2017), berlangsung tenang.

Namun, peserta misa tak sebanyak tahun-tahun lalu, demikian pula turis yang ingin menikmati malam Natal di Tanah Suci tiga agama itu.

Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah memicu sejumlah protes yang jamak berakhir bentrok dengan tentara Israel di Betlehem, Yerusalem.

Insiden ini tampaknya menahan hasrat sejumlah umat Kristiani untuk merayakan Natal di Betlehem seperti tahun-tahun lalu.

Kebijakan otoritas setempat yang membatasi perayaan demi mencegah kemungkinan yang tak diinginkan.

Ditambah lagi, dengan ramalan hujan akan turun, menambah alasan berkurangnya peserta misa malam Natal dan perayaan.

Meski begitu, ada saja yang tak peduli dengan semua itu.

Claire Dailout, misalnya, tetap datang dari Perancis untuk merayakan Natal di Betlehem.

"Keputusan satu orang (Trump) tidak bisa mempengaruhi semua Tanah Suci," kata Dailout, seperti dikutip AP.

"Yerusalem adalah milik semua orang, Anda tahu, dan akan selalu seperti itu, apapun yang dikatakan Trump,"tambahnya.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved