Hangout
Wisata Alam Sambil Mengenal Aneka Satwa dan Tumbuhan
Safari Lagoi bisa menjadi alternatif tempat liburan bersama keluarga. Selain bisa menikmati suasana asri juga bisa melihat aneka satwa.
SAAT ini, animo warga untuk piknik bersama keluarga makin tinggi. Dan tak sedikit yang mulai beralih ke wisata alam dibandingkan berkunjung ke mal.
Di Bintan sendiri, tampaknya sudah kian banyak tempat wisata alam yang bisa dijadikan destinasi wisata keluarga. Satu di antaranya Taman Safari Lagoi.
Nah, bagi yang belum pernah berkunjung ke tempat ini dan penasaran ingin mengetahui apa saja fasilitas di dalamnya, kali ini Ruziana, seorang Travel Blogger asal Tanjungpinang dengan blog unizara.com akan membagikan pengalamannya saat mengunjungi Taman Safari Lagoi pada pembaca Tribun Batam. Selamat membaca!
UDAH lama banget penasaran dengan Safari Lagoi Bintan. Namun baru kesampean minggu kemarin. Apalagi Fitry, anak saya memang udah tidak sabar mau ke sana untuk melihat sejumlah hewan yang selama ini hanya bisa dilihat di internet atau TV, seperti gajah, orang utan dan komodo.

Sebenarnya badan Fitri kurang sehat, namun ini anak kalau sudah ada maunya tidak bisa dilarang. Jadilah setelah sarapan dan minum obat kami menuju Lagoi, Bintan. Entah pengaruh obat Fitry ketiduran di jalan dan saya senang daripada nanti dia mengantuk sesampai di sana.
Sempat agak deg-degan karena di jalan hujan lebat banget. Karena jika di sana hujan tentu tidak asyik untuk eksplore. Namun memasuki daerah Lagoi, hujan reda dan ternyata hanya hujan lokal. Di dalam kawasan Lagoi malah tidak ada bekas hujan.
Kami sampai di simpang menuju Safari Lagoi Bintan yang ditandai dengan dua patung besar gorilla. Sejumlah pengunjung berfoto di sana. Saya juga pengin berfoto, tapi Fitry nyenyak banget tidurnya berbantal paha saya. Kasihan kalau dibangunkan. Jadi pas balik aja deh.
Di simpang itu juga ada plang nama lokasi yang berisi petunjuk untuk tamu harus masuk sekitar 800 meter. Sekitar 500 meter masuk sudah terlihat sejumlah pengunjung sedang berjalan jalan di lokasi.
Kami pikir sudah sampai, ternyata harus terus masuk mengikuti panah dan kemudian belok kanan ke parkiran dan terlihat gerbang nama bertuliskan Safari Lagoi dengan cat warna warni.
Lumayan banyak mobil yang parkir dan pada umumnya mobil pribadi. Ada serombongan tamu yang menggunakan mobil umum terdiri dari sejumlah orang dewasa dan anak-anak. Namun mereka tidak jadi masuk dan hanya berfoto di gerbang nama Safari Lagoi. Ternyata mereka pikir masuknya gratis.
Bagian depan kawasan Safari Lagoi ini hijau dengan aneka tumbuhan. Dekat gerbangnya ada dua buah kandang kaca di kiri kanan yang ternyata di dalamnya ada ular. Fitry langsung heboh.
Untuk masuk dalam kawasan Safari Lagoi, setiap pengunjung harus membeli tiket masuk. Pada hari libur pengunjung lokal dikenakan tiket masuk untuk anak-anak umur 4-16 tahun seharga Rp 25 ribu dan dewasa Rp 40 ribu. Sedangkan jika hari biasa, harga tiket anak-anak tetap dan dewasa Rp 30 ribu.
Usai membayar tiket, kami disuruh memilih topi anyaman atau payung. Karena saya dan Fitry sudah membawa topi, hanya ambil 1 yang kecil untuk suami.
Namun akhirnya Fitry yang memakai topinya. Katanya kami juga akan mendapat rujak buah, namun baru bisa diambil setelah selesai berkeliling.
Untuk berkeliling, kami ditemani Mas Candra. Sebelumnya saya menghubungi Mas Candra via akun FB Safari Lagoi untuk sekadar menanyakan biaya tiket masuk. Ketika ia tahu saya blogger, Mas Candra menawarkan untuk menemani kami berkeliling. (*)