Korupsi Proyek KTP Elektronik

Ternyata Begini Lika-liku Uang 2,6 Juta Dolar AS Mengalir ke Setya Novanto, Lewat Singapura

KPK menyebut Setya Novanto menerima uang senilai 2,6 juta dollar AS dari Biomorf Mauritius, perusahaan penyedia produk biometrik merek L-1

Ternyata Begini Lika-liku Uang 2,6 Juta Dolar AS Mengalir ke Setya Novanto, Lewat Singapura
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka korupsi KTP elektronik, Setya Novanto menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Sidang diskors majelis hakim untuk pemeriksaan kesehatan Setya Novanto. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA -  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya membuktikan adanya aliran uang proyek e-KTP yang diterima mantan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto.

KPK menyebut bahwa Setya Novanto menerima uang senilai 2,6 juta dollar AS dari Biomorf Mauritius, perusahaan asing yang menjadi salah satu penyedia produk biometrik merek L-1.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Pengiriman ini memang tanpa melalui transfer bank, tentunya untuk menghindari pelacakan.

Baca: Ngaku Sudah Teken Cek Rp 70 Miliar, La Nyalla Akan Tuntut Partai Gerindra. Ini Bukti-buktinya

Baca: Fadli Zon Bantah Tudingan La Nyalla Bahwa Prabowo Minta Uang Rp 40 Miliar untuk Cagub Jatim

Jaksa KPK menghadirkan pengusaha money changer (penukaran uang) Juli Hara sebagai saksi untuk terdakwa Setya Novanto.

Awalnya, pada Januari 2012, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, mendatangi Riswan, seorang pengusaha penukaran uang di Jakarta.

Irvan mengatakan bahwa ia memiliki uang dalam mata uang dollar AS di Mauritius yang ingin ditransfer ke Indonesia.

Riswan kemudian menghubungi rekannya sesama pengusaha money changer Juli Hara untuk membantu proses pengiriman uang tersebut.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved