TribunBatam/

Warga Binaan Rutan Tanjungpinang Dikabarkan Tewas! Begini Pengakuan Pihak Rutan!

Warga Binaan Rutan Kelas A Tanjungpinang dikabarkan tewas. Ini Identitasnya!

Warga Binaan Rutan Tanjungpinang Dikabarkan Tewas! Begini Pengakuan Pihak Rutan!
Facebook Rutan Tanjungpinang
Bangunan Rutan Tanjungpinang, peninggalan kolonial Portugis dan Belanda 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Warga Binaan Rutan Kelas A Tanjungpinang dikabarkan tewas. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Rutan Tanjungpinang Rony Widiatmoko. Namun diketahui memang korban bernama lengkap Makmur Saputro (34) memiliki riwayat penyakit kronis.

Baca: Merinding! Setahun Tragedi Pembunuhan Sekeluarga di Pulomas, Istri Korban Mimpi Bertemu Anaknya!

Baca: Cekcok di Diskotek, Pengawal Prabowo Tertembak Anggota Brimob! Inilah Fernando Worwor!

Baca: Ngeri! Pulau Ini Dihuni Spesies Ular Paling Mematikan Sejagat, Racunnya Lelehkan Daging Manusia!

Baca: Jadi Pembantu Rumah Tangga, Pria Ini Sebulan Digaji Rp 33 Juta! Mengejutkan Pekerjaannya!

Rony menjelaskan bahwa penyebab kematian korban lantaran komplikasi penyakit. Bukan karena ada penyebab luka lain yang mencurigakan. Diketahui sejumlah penyakit menghinggapi tubuh korban sejak beberapa tahun terakhir.

"Sudah dilakukan penanganan medis di klinik rutan. Beberapa waktu lalu sempat sesak napas kambuh kita lakukan perawatan. Dia memang komplikasi banyak penyakit. Ada TBC, efusi pleura ada juga hydro pneumonia," katanya dikonfirmasi Tribun Batam, Minggu (21/1/2018).

Makmur sendiri merupakan narapidana kasus penggelapan dan penipuan dikurung di Rutan Tanjungpinang sejak 11 bulan lalu. Dia terkena dua kasus. Kasus penipuanya dengan pasal 372 divonis 2,5 tahun. Sedangkan penggelapanya dikenakan vonis 2 tahun.

Ia meninggal dunia setelah petugas melakukan melakukan rujukan ke RSUP Kepri pada Sabtu (20/1/2018) sore. Dalam perjalanan ke RSUP Makmur menghembuskan nafas terakhirnya. "Kita sudah berusaha di Klinik semaksimal mungkin melakukan perawatan. Namun Tuhan berkehendak lain," ‎tuturnya.

Sebelum ke RSUP, pihaknya sempat membawa terlebih dahulu ke RSAL Tanjungpinang. Namun lantaran perlu tindakan darurat, maka pihaknya merujuk kembali ke RSUP untuk dilakukan operasi. "Kita kabarkan juga kepada keluarganya. Keluarganya datang dan ikut menemaninya," tuturnya.

Pihaknya juga telah menyerahkan sejumlah barang bawaanya selama di Rutan. Kemudian saat itu juga dilakukan penyerahan jenazah oleh kepala Rutan kepada perwakilan keluarga untuk dimakamkan.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help