Kasus Asuransi BAJ Pemko Batam! Persidangan Ungkap Modus Terdakwa Pindah Uang!

Upaya memindahkan ke rekening pribadi sebenarnya sudah diketahui Pemko Kota Batam sebelum kasus itu bergulir ke Kejaksaan

Kasus Asuransi BAJ Pemko Batam! Persidangan Ungkap Modus Terdakwa Pindah Uang!
tribunbatam/wahib waffa
Sidang dengan kesaksian kepala biro hukum Pemko Batam pada persidangan terdakwa Syafei 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG- Terkuak modus yang dilakukan oleh ‎Mohamad Nasihan dan Syafei dalam melakukan pemindahan uang senilai Rp 55 miliar ke rekening pribadi Muhammad Nasihan.

Tak hanya itu saja, upaya memindahkan ke rekening pribadi sebenarnya sudah diketahui Pemko Kota Batam sebelum kasus itu bergulir ke Kejaksaan.

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Baca: Terungkap! Selain Suku Jawa, 3 Negara Ini Pakai Bahasa Jawa Bahasa Sehari-hari! Nomor 1-2 Keren!

Baca: Terungkap! Inilah 5 Pernikahan Termahal Artis Indonesia, Ada yang Pecahkan Rekor MURI

Baca: Tarik Uang di ATM Tak Keluar Duitnya? Waspadalah Anda Korban Modus Kejahatan Baru Ini

Baca: Inilah Kisah Cinta Soeharto di Masa Muda! Terungkap Beginilah Caranya Menaksir Ibu Tien!

Menurut keterangan kepala biro hukum Pemko Kota Batam Demi Asifivnul, saat itu Nasihan dan Muhammad Syafei sempat memberikan Bilyet Giro dengan total Rp 55 miliar. ‎Ia mengira itu merupakan ceck yang bisa dicairkan, namun diketahui ternyata tidak bisa dicairkan. Bilyet Giro yang dikasinya merupakan keterangan yang berisi janji menempatkan uang Rp 55 miliar.

"Awalnya bilyet giro saya kita seperti ceck yang bisa dicairkan. Ternyata ‎tak bisa dicairkan. Itu hanya sekedar janji penempatan uang saja," kata Demi saat memberikan keterangan sebagai saksi di didepan majelis hakim dan pihak-pihak JPU maupun Terdakwa," Kamis (1/2/2018).

Awalnya dari bilyet giro itu menurut keterangan Nasihan dan Syafei saat itu dapat dicairkan. Saat hendak dicairkan sesuai batas waktu 5 Juli 2017, Nasihan ‎sempat melarang Pemko untuk jangan mencairkan terlebih dahulu dengan alasan salinan putusan Peninjauan kembali (PK) dari Mahkamah Agung belum turun.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help