Tak Hanya Bitcoin yang Anjlok, Saham-Saham AS pun Berguguran. Ada Apa dengan Ekonomi AS?

Tidak hanya nilai mata uang virtual, Bitcoin, yang hari ini anjlok, saham- saham di bursa efek New York AS berguguran hari ini.

Tak Hanya Bitcoin yang Anjlok, Saham-Saham AS pun Berguguran. Ada Apa dengan Ekonomi AS?
Thinkstockphotos.com
Bursa saham New York atau New York Stock Exchange 

TRIBUNBATAM.ID, NEW YORK- Tidak hanya nilai mata uang virtual, Bitcoin, yang hari ini anjlok, saham- saham di bursa efek New York AS berguguran pada perdagangan Senin (5/2/2018) waktu setempat atau Selasa (6/2/2018) WIB. 

Aksi jual ini merupakan imbas kekhawatiran investor akan kenaikan suku bunga acuan AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.175,21 poin ke level 24.345,75. Bahkan sempat melemah 1.500 poin. 

Sementara Indeks S&P 500 melemah 4,1 persen, pelemahan sehari terbesar sejak Agustus 2011 dan ditutup pada level 2.648,94.

Indeks tersebut sempat berada dalam zona positif, didorong oleh sektor teknologi yang sempat menguat.

Adapun indeks Nasdaq Composite melemah 3,8 persen ke level 6.967,53 setelah sempat menguat 0,5 persen.

Penguatan pada saham Apple dan Amazon membantu indeks Nasdaq terhindar dari pelemahan lebih dalam.

Baca: MENGEJUTKAN, Nilai Bitcoin Hari Ini Anjlok Sampai Rp 90-an Juta. Terendah Sejak November

"Aksi jual, dalam skema yang lebih besar, sebenarnya tidak sebesar itu. Namun, ini penting dalam hal psikologis," kata Quincy Krosby, chief market strategist di Prudential Financial.

Sejak pekan lalu, pasar saham tertekan oleh cepatnya kenaikan suku bunga. Acuan imbal hasil obligasi 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 4 tahun.

Padahal, pada awal tahun ini, pasar saham melaju tinggi. Indeks Dow Jones dan S&P 500 menikmati penguatan bulanan tertinggi sejak Maret 2016 pada Januari 2018 dan indeks Nasdaq mencatat penguatan bulanan tertinggi sejak Oktober 2015.

Pasar ekuitas diuntungkan dari kuatnya data ekonomi dan kinerja keuangan korporasi yang solid.

Namun, kekhawatiran meningkatnya inflasi telah mendorong suku bunga naik lebih tinggi. (kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved