Penyelundupan Sabu di Batam Marak, Kapolri Jalin Kerjasama Intelejen dengan Cina Ungkap Sindikatnya

Tito mengakui bahwa penyelundupan barang haram cukup sering terjadi lewat jalur Batam.

Penyelundupan Sabu di Batam Marak, Kapolri Jalin Kerjasama Intelejen dengan Cina Ungkap Sindikatnya
Ekspose penangkapan 1,6 ton sabu oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan menkeu Sri Mulyani di Mapolda Kepri. 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM- Maraknya kasus penyelundupan Narkoba via Batam, membuat Kapolri Jendral Tito Karnavian, memerintahkan jajarannya untuk menembak di tempat bandar yang melawan.

"Saya perintahkan untuk bandar narkoba yg melawan langsung tembak di tempat,"perintah Tito saat ekspos perkara penangkapan kapal Taiwan berbendara Singapura yang membawa 1,6 ton sabu di kawasan Pelabuhan Logistik, Sekupang, Batam, Sabtu (24/2/2018).

Di saat yang sama, Tito mengakui bahwa penyelundupan barang haram cukup sering terjadi lewat jalur Batam.

Posisi Batam yang strategis dan berbatasan dengan beberapa negara membuat wilayah ini mudah dimasuki penyelundup barang-barang haram.

Tito meminta agar jajarannya dan pihak terkait lebih memperhatikan kondisi ini.

"Hal inilah yang harus lebih diperhatikan, agar kasus penyelundupan melalui Batam dapat ditekan,"kata Tito. 

Baca: Di Hadapan Kapolri dan Menkeu, ABK Marah dan Berbicara dengan Nada Tinggi. Dia Minta Hal Penting Ini

Baca: Akan Diapakan Sabu 1,6 Ton Hasil Tangkapan dari Kapal Taiwan Itu? Ini Jawaban Kapolri

Baca: Kapolri Tito Karnavian Perintahkan Tembak di Tempat Bandar Sabu

Pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan negara lain, salah satunya berkordinasi dengan Otoritas Intelijen Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong untuk menindak kasus penyelundupan sabu.

"Sehingga informasi-informasi juga sering kita terima mengenai beberapa kasus penyelundupan," katanya.

Dia juga mengakui, sangat mengapresiasi kinerja dari TNI, Bea Cukai, kepolisian dan juga BNN dalam mengungkap kasus penyelundupan sabu di tahun ini yang jumlah berton-ton.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja tim gabungan ini. Dan saya akui dengan bersatunya mereka, pasti segala penyelundupan melalui perairan Indonesia khususnya wilayah perairan Kepri, bisa ditekan terutama penyelundupan dari bandar-bandar sabu,"ungkapnya.

Terkait kasus sabu seberat 1.6 ton, pihaknya masih akan terus mengembangkan karena ini menyangkut sindikat internasional.

"Kita akan terus kembangkan kasus ini, ini sudah termasuk penyelundupan Internasional," katanya. (als)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved