Kasus Narkoba di Batam

Untuk Perangi Narkoba, Haruskan Indonesia 'Sebrutal' Filipina? Ini Analisisnya

Melihat begitu maraknya penyelundupan Narkoba ke Indonesia, membuat Presiden Jokowi, memerintahkan agar menembak pengedar Narkoba.

Untuk Perangi Narkoba, Haruskan Indonesia 'Sebrutal' Filipina? Ini Analisisnya
tribun batam
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (sampingnya) saat ekspos tangkapan 1,6 ton sabu di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam, Jumat (22/2/2018). 

TRIBUNBATAM.id- Melihat begitu maraknya penyelundupan Narkoba ke Indonesia, membuat pemimpin negeri ini, Presiden Jokowi, memerintahkan agar menembak pengedar Narkoba.

Pernyataan itu pernah disampaikannya saat peringatan Hari Antinarkotika Internasional, 26 Juni 2016 lalu.

Presiden Joko Widodo sudah meminta jajaran penegak hukum di Indonesia bertindak tegas dengan menembak pengedar Narkoba.

Permintaan ini kemudian selalu diulangi oleh Jokowi dalam berbagai kesempatan, dengan alasan masalah peredaran Narkoba di Indonesia sudah sampai di titik darurat.

Sehingga, dia menyarankan agar kepolisian dan BNN bisa bertindak lebih tegas.

"Terutama pengedar-pengedar Narkoba asing, yang masuk kemudian sedikit melawan, sudah langsung ditembak saja," tegas Presiden saat penutupan musyarawarah kerja nasional Partai Persatuan Pembangunan, pertengahan 2017 lalu.

Perintah presiden tersebut, kemudian ditegaskan kembali oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Pernyataan itu disampaikan sang Jenderal saat acara konferensi pers penangkapan 1,6 ton sabu di dermaga logistik Sekupang, Batam, Jumat (23/2/2018) sore.

"Saya perintahkan untuk bandar narkoba yg melawan langsung tembak di tempat,"perintah Tito.

Bandingkan dengan Duterte

Halaman
123
Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved