BP Batam Raih Sertifikasi ISO 9001 2015, Layanan Perizinan pun Makin Ditingkatkan

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam semakin tertantang meningkatkan pelayanan perizinannya kepada masyarakat.

BP Batam Raih Sertifikasi ISO 9001 2015, Layanan Perizinan pun Makin Ditingkatkan
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam semakin tertantang meningkatkan pelayanan perizinannya kepada masyarakat.

Itu setelah PTSP BP Batam dinyatakan lulus sertifikasi ISO 9001 2015 yang dikeluarkan UKAS Management System dari Inggris.

 ISO 9001 2015 adalah sebuah standar internasional untuk penilaian pelayanan yang dijalankan sebuah instansi.

Penyerahan sertifikat ISO 9001 2015 ini, dilakukan perwakilan konsultan manajemen ISO untuk Indonesia, Michael Donnie Gunawan kepada Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (1/3/2018) siang, bertempat di ruang VVIP Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam.

"Kami ingin masyarakat yang datang mengurus dokumennya ke BP Batam, betul-betul merasakan manfaat nyata. Pelayanan yang cepat, murah, dan jelas. Masyarakat juga nyaman. Bukan sekadar berada di satu tempat bangunan yang bagus," kata Lukita kepada wartawan.

Baca: Diberi Kesempatan Kedua. BP Batam Cabut Pembatalan Alokasi Lahan Untuk 4 Badan Usaha Ini

Baca: Batam Jadi Pusat Logistik, BP Batam Undang Investor yang Mau Kembangkan Bandara dan Pelabuhan

Penekanannya lebih kepada pelayanan yang dibutuhkan masyarakat dan soal kepastian waktu.

Tidak ada lagi kata mengambang, kapan dokumen yang dimintakan masyarakat akan selesai.

Salah satu langkah BP Batam memperbaiki kinerja pelayanannya di MPP itu, yakni bekerjasama dengan konsultan manajemen ISO 9001 2015.

"Kami ingin mencapai standar pelayanan yang memenuhi kriteria. Jangan selesainya itu tergantung back office, kalau seperti itu masyarakat yang datang juga tidak akan puas," ujarnya.

Meski sudah meraih sertifikasi ISO 9001 2015, Lukita meyakinkan, sertifikasi itu bisa saja dicabut sewaktu-waktu, jika BP Batam tak bisa meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Atau, pelayanan yang diberikan justru mengalami kemunduran dari sebelumnya.

"Kami akan awasi, monitor terus pelaksanaan sertifikasi ini. Karena kalau masih lemah, dicabut lagi. Jadi ini bukan soal gedung, sertifikasi, tapi hasil pelayanan kami seperti yang dibutuhkan masyarakat," kata Lukita.(*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help