MEMAHAMI Bahasa Broker Saham di BEI yang Bikin Ngakak, Ada 'Kolor' dan 'BH Item' Rupanya

Pada order jual atau beli, para trader (pialang di lantai bursa) menginput nama emiten dengan kode yang telah ditentukan oleh otoritas bursa.

MEMAHAMI Bahasa Broker Saham di BEI yang Bikin Ngakak, Ada 'Kolor' dan 'BH Item' Rupanya
KOMPAS.COM
ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat ratusan saham perusahaan publik (emiten) diperdagangkan melalui Jakarta Automated Trading System (IATS). 

Pada saat melaksanakan order jual atau beli, para trader (pialang di lantai bursa) menginput nama emiten dengan kode yang telah ditentukan oleh otoritas bursa. 

Contohnya antara lain saham Telkom kodenya TLKM, Bank BNI 46 (BBNI), Indosat (ISAT), Indah Kidt Pulp and Paper (INKP), HM Sampurna (HMSP), dan sebagainya. 

Untuk perintah jual beli kerap terdengar bahasa komunikasi sebagai berikut, "Beli Telkom, lima ribu, lima lot!" Artinya beli saham PT Telkom dengan harga Rp 5.000,- sebanyak lima lot. 

Baca: Berkaca dari Ambruknya Selasar BEI, Ternyata 222 Gedung di Jakarta Tergolong Tidak Aman

"Jual INKP, sekian lot." (Jual saham PT Indah Kiat, sekian lot). Atau informasi macam, "Isat naik dua poin!" (Maksudnya harga saham Indosat naik Rp 50,- dari harga sebelumnya.) 

Di samping kode-kode resmi, rupanya trader (di lantai bursa)  atau dealer (di ruang dealing) memiliki kode "tidak  resmi" ciptaan sendiri alias "plesetan".

Candaan ini, pada waktu-waktu tertentu bisa juga jadi pelarut ketegangan atau memang lebih mudah terasosiasikan bagi saham tertentu ketimbang kode resmi. 

Jadi, jangan heran kalau terdengar pembicaraan seperti, "Garam! Garam ... diguyur!" (Maksudnya saham Gudang Garam saat itu banyak dijual oleh beberapa broker). 

Kemudian disambung dengan, "Ricky ... kolor ... naik lagi tuh" (maksudnya saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk. dengan kode: Ricky emiten pembuat pakaian dalam pria merk GT Man kursnya naik kembali setelah sebelumnya turun). 

Lalu ada lagi, "BH item punya Rina open dua lot, ya!!" (Maksudnya saham PT Bhakti Investama Tbk. dengan kode BHIT pesanan nasabah bernama Rina belum terjual dua lot lagi). 

Baca: Soal Pencurian Uang di ATM, BRI Minta Nasabah Tidak Panik dan Berjanji Bertanggungjawab

Baca: Tak Tanggung-tanggung, Pencurian Uang Nasabah BRI via ATM Diduga Libatkan Jaringan Jerman-Spanyol.

Baca: HEBOH Uang 16 Nasabah BRI di ATM Tiba-Tiba Hilang, Begini Modus Kejahatan yang Terjadi

Komentar orang luar yang tidak mengerti pastinya begini, "Apa selain saham di BEJ juga dijual bumbu dapur dan pakaian dalam?" (intisari online/Rachmad Eko Pranoto)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved