Sinyal Pembocoran Data NIK Registrasi Kartu Prabayar Mengarah ke Operator Tekomunikasi

Keamanan data registrasi prabayar kartu telepon selular mencuri perhatian publik menyusul adanya dugaan penyalahgunaan data NIK

Sinyal Pembocoran Data NIK Registrasi Kartu Prabayar Mengarah ke Operator Tekomunikasi
ilustrasi registrasi kartu prabayar 

Laporan Reporter Kontan, Ahmad Febrian dan Klaudia Molasiarani

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Keamanan data dalam registrasi prabayar kartu telepon selular saat ini mencuri perhatian publik menyusul adanya dugaan penyalahgunaan data milik pelanggan.

Publik sempat terenyak dengan tulisan pelanggan Indosat Ooredoo di Twitter yang mengeluhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipakai lebih dari 50 nomor.

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mendeteksi adanya NIK yang sama bisa untuk registrasi hingga puluhan ribu kali dalam sehari.

Hal itu terungkap dalam sebuah dokumen tentang perkembangan registrasi kartu prabayar yang diperoleh KONTAN.

Baca: Heboh! NIK dan KK Dipakai Orang Lain, Pemilik SIM Prabayar Gagal Registrasi. Siapa Tanggung Jawab?

Ditjen Dukcapil mengindikasikan, terjadi registrasi pelanggan jasa telekomunikasi dengan memakai mesin atau robot.

"Indikasi tersebut diperkuat dengan bisa dilakukan request satu NIK sebanyak 11 kali  dalam satu detik," demikian bunyi dokumen itu.

Di dalamnya terdapat lampirkan screenshot operator telekomunikasi yang diduga menggunakan robot atau mesin.

Siapa operator itu? Dengan pencarian salah satu nomor induk kependudukan, di  sceeenshot  itu tertera username dan instansi Indosat.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved