Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M. Ini 9 Pertimbangan Utama sang Jaksa

Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 M. Ini 9 Pertimbangan Utama sang Jaksa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/1/2018). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Ketua DPR itu juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Setya Novanto telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," ujar jaksa Abdul Basir saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Baca: Di Hadapan Setya Novanto, Jaksa:You Can Run, but You Cant Hide

Baca: Diperiksa KPK, Dua Anak Setya Novanto Bantah Miliki Saham di Perusahaan Konsorsium E-KTP

Dalam pertimbangan, jaksa menilai beberapa hal yakni:

1. Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

2. Perbuatan Novanto berakibat masif, menyangkut pengelolaan data kependudukan nasional yang dampaknya masih dirasakan.

3. Perbuatannya juga menyebabkan kerugian negara besar. Novanto juga dinilai tidak kooperatif selama penyidikan dan penuntutan.

4. Setya Novanto dinilai telah memperkaya diri sendiri sebanyak 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved