Prabowo: Saya Tidak Anti-Asing, Saya Tidak Mau Jadi Pion Orang Asing

Ia mengaku tidak membenci apalagi anti orang asing. Dia mengajak peserta acara tersebut belajar dari orang asing

Prabowo: Saya Tidak Anti-Asing, Saya Tidak Mau Jadi Pion Orang Asing
KOMPAS.com/ Karnia Septia
Prabowo Subianto saat silaturahmi di NTB, Selasa (7/3/2017). 

TRIBUNBATAM.id, KARAWANG - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyebut hanya Indonesia yang mengizinkan pekerja asing masuk.

"Tidak ada seperti negara Indonesia yang mengizinkan pekerja asing masuk. Sekali diizinkan, orang asing masuk semua. Rakyat kita makan apa, rakyat kita kerja apa," ujar Probowo di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra Karawang dan Purwakarta dalam acara "Prabowo Menyapa Jawa Barat" di Istana Kana, Cikampek, Karawang, Sabtu (31/3/2018).

Kedatangan pekerja asing tersebut, katanya, tidak perlu direspon secara negatif.

Baca: Warga Desa Tarempa Barat Kesulitan Air Bersih. Untuk Mandi Terpaksa Menumpang

Baca: Jangan Terulang. Ini Saran Koordinator Advokasi P2TP2 Batam Terkait Kasus Pemerkosaan di Angkot

Baca: Jadwal MotoGP 2018. Setelah Podium di Qatar, Bisakah Valentino Rossi Juara di GP Argentina

Ia mengaku tidak membenci apalagi anti orang asing. Dia mengajak peserta acara tersebut belajar dari orang asing.

"Jangan membenci, kita ingin menjadi mitra, kita ingin belajar dengan orang asing. Saya tidak anti-asing. Saya tidak bisa jadi pion anda (orang asing). Jadi budak-budak bangsa asing, saya tidak mau," katanya.

Apalagi, sebagai tentara Prabowo mengaku sudah disumpah untuk menjaga kedaulatan NKRI.

"Meskipun sudah pensiun sebagai pejuang, sumpah saya belum saya lupakan," katanya.

Prabowo juga melakukan lawatan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat untuk memenangkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau yang dikenal dengan jargon Asyik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo: Saya Tidak Benci Orang Asing, tetapi Saya Tidak Mau Jadi Pion"
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help