Disperindag Kembali Razia Toko dan Distributor, ‎Pastikan 27 Sarden Kaleng Berparasit Ditarik

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Tanjungpinang kembali menggelar razia sejumlah toko dan distributor makanan

Disperindag Kembali Razia Toko dan Distributor, ‎Pastikan 27 Sarden Kaleng Berparasit Ditarik
Disperindag Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang mengecek produk makanan di sebuah distributor di Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Tanjungpinang kembali menggelar razia sejumlah toko dan distributor makanan, Senin (2/4/2018) sore.

Kedatangan tim Disperindag ini untuk memastikan ikan sarden kaleng berparasit sudah ditarik dari peredaran.

Razia dilakukan di berbagai toko makanan dan distributor yang ada di Tanjungpinang.

Nampak para petugas mengecek kondisi jenis makanan ikan kaleng yang tidak boleh diperjualbelikan di gudang PT Prima Bintan Pertama jalan MT Haryono, Kelurahan Tanjungunggat Bukit Bestari.

Di gudang distributor tersebut terdapat ratusan dus ikan kaleng yang dilarang beredar oleh BPOM.

"Distributor makanan kita minta untuk menarik barang-barang yang telah diedarkan, kemudian dikirim ke distributor yang di Batam," kata Rio Desmawati, Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Kepri.

"Kita sudah cek. Distributor telah menarik produk-produk makanan kaleng yang dilarang tersebut," katanya.

Selama tiga hari belakang ini, di Tanjungpinang terdapat 300 kardus yang diamankan dari tiga gudang. "

Kemarin kita juga sudah cek dilapangan. Kan ada 27 jenis yang dilarang. Kita juga sudah tak menemukan lagi di pasaran. Distributor sudah langsung melakukan penarikan," katanya.

Pemusnahan nantinya akan dilakukan oleh BPOM setelah barang itu dikumpulkan dari distributor. ‎

Pihaknya mengaku hanya sekedar pengawasan penarikan tersebut dan meminta tidak diedarkan lagi.

"Kita sudah sampaikan untuk tidak tidak menjual. Karena ini masih proses pengumpulan barang-barang tersebut. Sesegera mungkin ambil untuk ambil produk tersebut. Masyarakat juga harus jadi konsumen cerdas untuk tidak mengkonsumsinya," katanya. 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help