Road to Pilpres 2019

Analisis Perbandingan Sosok Jokowi dan Prabowo, Mana yang Lebih Disukai Kaum Milenial?

Peta politik Pilpres 2019 hingga saat ini memunculkan nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai dua calon kuat capres.

Analisis Perbandingan Sosok Jokowi dan Prabowo, Mana yang Lebih Disukai Kaum Milenial?
Kementerian Sekretaris Negara
Presiden Joko Widodo saat bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Peta politik Pilpres 2019 hingga saat ini memunculkan nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai dua calon kuat dalam kontestasi memperebutkan kursi RI 1.

Namun demikian, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Chaniago mengungkapkan, ada perubahan yang cukup signifikan dalam perkembangan citra keduanya.

Menurut dia, Prabowo cenderung bersikap blunder belakangan ini.

Pidatonya soal Indonesia bubar tahun 2030 dan elite politik bermental maling dianggap menggerus pemilih milenial potensial yang sempat berpihak kepada Prabowo.

Sebab, generasi milenial tak menyukai pesimisme.

"Karena anak milenial itu enggak suka dengan sikap-sikap pesimis, mereka suka sama optimisme. Begitu ada pidato Indonesia bubar tahun 2030, itu menggerus pemilih milenial Prabowo sendiri. Ada kemungkinan semakin tergerus karena pidatonya itu," ujar Pangi dalam sebuah diskusi di Fx Sudirman, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Prabowo, kata dia, tidak mampu mengelola isu-isi dengan baik.

Dua pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra itu membuat posisinya semakin tak menguntungkan di mata generasi milenial.

Prabowo cenderung memancing berbagai sentimen negatif, di mana hal itu tak disukai generasi milenial.

"Bagi generasi milenial, itu membuat mereka tidak nyaman dan tidak suka, mengingat mereka adalah generasi yang optimis. Artinya, generasi milenial yang ada pada Pak Prabowo bisa bergeser," ucap dia.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help