TERNYATA Ini Biang Kerok HOAX yang Bikin Warga Borong Barang dan Berharap Dibayari Pangeran Johor

Dikutip TRIBUNBATAM.id dari Straitstimes, Kamis siang, isi pesan WA tersebut terkirim secara berantai.

TERNYATA Ini Biang Kerok HOAX yang Bikin Warga Borong Barang dan Berharap Dibayari Pangeran Johor
twitter
Ratusan orang memadati sebuah supermarket Econsave Pontain di Kota Johor, Malaysia, Kamis (12/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, JOHOR- Aksi borong barang supermarket tapi tidak jadi yang dilakukan ratusan warga Johor karena berharap dibayari Pangeran Johor, Kamis (19/4/2018), ternyata berawal dari informasi yang beredar di WhatsApp (WA).

Informasi yang beredar itu ternyata 100 persen hoax.

Dikutip TRIBUNBATAM.id dari Straitstimes, Kamis siang, isi pesan WA tersebut terkirim secara berantai.

Pesan WA-nya bukan tulisan melainkan sebuah pesan suara dari seorang laki-laki tidak dikenal.

Isi pesan suaranya:"Tunku Ismail akan mengunjungi setiap distrik di Johor untuk membayar orang-orang yang berbelanja."

Suara itu mengklaim bahwa pangeran akan menghabiskan sekitar RM100.000 di supermarket Pontian pada jam 12 malam pada hari Kamis dan akan memberikan RM200 untuk setiap keluarga yang hadir.

Baca: Warga Berbondong-bondong Ambil Barang Supermarket Berharap Dibayari Pangeran Johor, Ternyata Zonk

Baca: GILA! Putra Mahkota Johor Blusukan ke Mal 5 Menit, Bayari Belanjaan Konsumen. Ini yang Terjadi!

Pada Rabu (18/4/2018) di Tebrau, JB, Tunku Ismail memang tiba-tiba muncul dan bagi-bagi uang RM3,000 untuk membayar belanjaan warga.

Videonya bisa dilihat di sini!

Dalam momen itu, sebagian besar pembeli terlihat memborong belanjaan tiga troli.

Pihak mal pun harus meningkatkan keamanan mereka karena kerumunan massa.

Pangeran membuat kunjungan ke supermarket hanya beberapa hari setelah dia dikecam keras di media sosial atas komentarnya di akun Facebook dari tim sepak bolanya yang tampaknya mendukung koalisi Barisan Nasional yang berkuasa.

Banyak orang mendorong dia harus keluar dari politik, dan bahwa dia dinilai tidak dapat merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh banyak orang Malaysia karena tingginya biaya hidup, termasuk kenaikan harga barang sehari-hari. (straitstimes)

Penulis: Sri Murni
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help