BP Batam Mulai Bayar Kerohiman Warga yang Terkena Proyek Sei Gong, bahkan Seorang Capai Rp 800 Juta

BP Batam sudah mulai menyalurkan uang kerohiman kepada warga penggarap lahan di Sei Gong, Galang, Rabu (9/5/2018).

BP Batam Mulai Bayar Kerohiman Warga yang Terkena Proyek Sei Gong, bahkan Seorang Capai Rp 800 Juta
HUMAS PEMPROV KEPRI
Gubernur Kepri Nurdin Basirun mendampingi Presiden Jokowi di Bendungan Sei Gong, Kamis (23/3/2017) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- BP Batam sudah mulai menyalurkan uang kerohiman kepada warga penggarap lahan di Sei Gong, Galang, Rabu (9/5/2018).

Dari 46 orang yang berhak menerima uang kerohiman atas tanaman dan bangunan di sana, sembilan di antaranya sudah mendapat uang kerohiman.

Besarannya bervariasi. Bahkan ada yang mencapai Rp 800 juta untuk satu orang.

Tergantung jenis tanaman, dan banyaknya tanaman yang tumbuh di sana.

Termasuk penghitungan dari sisi bangunan di atas lahan, yang terkena dampak proyek strategis pemerintah itu.

"Dari 78 persil, yang berhak menerima (uang kerohiman) 46 orang. Yang sudah menyelesaikan proses pemberian uang kerohiman hari ini sembilan orang," kata Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto di ruang kerjanya, di lantai 6 Gedung Utama BP Batam, Rabu (9/5/2018).

Baca: Ganti Rugi Proyek Sei Gong Belum Dillakukan padahal Pemprov Janji Maret Lalu. Masalahnya di Sini!

Baca: Pemerintah Siapkan Uang Kerohiman Untuk Warga yang Kena Dampak Waduk Sei Gong

Proses pemberian uang kerohiman ini akan berlanjut hingga seminggu ke depan.

Syarat utamanya, warga membawa dokumen diri berupa Kartu Keluarga dan KTP.

Selain itu bukti lahan garapan, dan hasil verifikasi yang sudah dilakukan tim atas tanaman dan bangunan di atas lahan Sei Gong.

"Pelayanan administrasinya kita buka di lantai 3 Gedung BP Batam selama jam dinas. Dari pukul 8 pagi hingga 4 sore," ujarnya.

Sedangkan untuk pemberian uang kerohimannya, langsung diberikan hari itu juga melalui transfer bank.

Tak sampai 2 jam, anggaran yang sudah disediakan Pemerintah Pusat ini dengan total anggaran Rp 3 miliar, akan beralih ke rekening bank warga sesuai besaran yang sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri.

"Yang sudah punya rekening bank, langsung kita transfer. Yang belum, kita buatkan rekeningnya. Tadi yang dengan saya, ada yang mendapat Rp 200 juta. Bahkan ada yang Rp 800 juta untuk tanaman dan bangunannya," kata Eko. (*)

Baca berita terkait di Harian Tribun Batam edisi Kamis (9/5/2018)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved