TEROR BOM DI SURABAYA

Kapolri: Bom di Surabaya Diduga Jenis 'Mother of Satan' yang Sering Dipakai ISIS Suriah dan Irak

Menurut Tito, kebanyakan bom berbentuk bom pipa, tapi sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

Kapolri: Bom di Surabaya Diduga Jenis 'Mother of Satan' yang Sering Dipakai ISIS Suriah dan Irak
Tribunnews.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNBATAM.id- Dalam keterangan persnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjelaskan jenis bom yang digunakan dalam bunuh diri di beberapa tempat di Surabaya dua hari ini.

“Kami melihat, bom yang digunakan memang bermacam-macam, meskipun bentuknya hampir sama,” ujar Tito dalam keterangan persnya, seperti disiarkan di sejumlah televisi swasta.

Menurut Tito, kebanyakan bom berbentuk bom pipa, tapi sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

“Ada yang ditumpuk, ada yang ditambah volumenya, ada yang ditambah bensin, seperti kasus di gereja Jl. Arjuno,” tambah Tito.

Baca: Ucapan Duka Pebalap Ducati Jorge Lorenzo atas Teror Bom di Surabaya: Pray For Indonesia

Baca: Pelaku Ledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya Juga Satu Keluarga. Anak Paling Kecil Selamat

Nah dari temuan Puslabfor, masih menurut Tito, sebagian besar bom pipa itu bahan peledaknya adalah TATP (triaceton triperoxida).

Bahan peledak ini disebut sangat terkenal di kalangan ISIS, baik di Suriah dan Irak, di mana bahan-bahan bakunya sangat mudah didapatkan.

Bahan-bahan itu, setelah diramu sedemikian rupa, diubah menjadi bubuk putih yang bersifat high explosive.

“High explosive tidak harus jumlahnya besar. ledakan besar itu bisa dihasilkan dari perubahan dari padat ke gas yang begitu cepat, didukung oleh kontener yang tertutup,” tegas Tito.

Lebih dari itu, bom ini biasa disebut sebagai mother of satan, karena daya ledak dan sensivitasnya.

“Kalau bahan high explosive lain mesti dipicu oleh detonator, maka “The Mother of Satan” kadang cukup dengan getaran atau panas,” terang Tito.

Baca: Pelaku Ledakan Bom di Mapolrestabes Surabaya Juga Satu Keluarga. Anak Paling Kecil Selamat

Baca: Penjagaan Diperketat, Pelayanan Masyarakat di Polresta Barelang Tetap Berjalan Seperti Biasa

Sebelumnya, Surabaya dan Sidoarjo baru saja dikejutkan serangkaian serangan bom yang tersebar di beberapa titik.

Serangan bermula pada Minggu (13/5) pagi di sebuah gereja di Jalan Ngagel, malamnya berlanjut di sebuah rusun di Taman, Sidoarjo, dan berlanjut lagi pada pagi (14/5) ini di gapura Polrestabes Jawa Timur. (intisari online)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved