Home »

News

Tepian Zaman

Pendaki Mengenalnya Sebagai Pasar Setan, Inilah Penjelasan Sains Soal Pasar Bubrah Gunung Merapi!

Penampakan pasar bubrah di lereng Gunung Merapi menjadi cerita mulut ke mulut, terutama di kalangan pendaki. Mengejutkan penjelasan ilmiahnya!

Pendaki Mengenalnya Sebagai Pasar Setan, Inilah Penjelasan Sains Soal Pasar Bubrah Gunung Merapi!
Travelnatic
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID-Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas atau letusan freatik yang membuat warga geger.

Gunung Merapi hingga saat ini disebut sebagai salah satu gunung paling aktif di dunia dan diyakini bisa meletus sewaktu-waktu.

Salah satu legenda paling terkenal dan menggema di telinga masyarakat mengenai keangkeran Gunung Merapi adalah misteri Pasar Bubrah.

Baca: Jangan Sepelekan! Inilah 10 Ciri Kuku Penanda Penyakit Berbahaya di Tubuh Anda!

Baca: Terungkap! Inilah 9 Sayuran Rumahan Penurun Kolesterol Jahat di Tubuh! Nomor 8 Mengejutkan!

Baca: Terungkap! Inilah 8 Trik Beli Tiket Pesawat Bocoran Orang Dalam! Nomor 2 Paling Mengejutkan!

Baca: Ki Enthus Susmono! Inilah 5 Fakta Bupati Tegal Sekaligus Dalang Ternama! Nomor 3 Mengejutkan!

Gunung Merapi
Gunung Merapi (Istimewa)

Disebut demikian karena hawa mistis dan cerita keangkerannya telah berkembang dan melekat bagi warga sekitar. Konon kabarnya, tempat tersebut disebut sebagai pasarnya para jin.

Selain itu Gunung Merapi kerap disangkut-pautkan dengan tokoh mistis bernama Mak Lampir yang sangat kesohor di kalangan penikmat sandiwara radio.

Kisah-kisah tersebut konon bukanlah isapan jempol belaka, banyak masyarakat yang mengamini kisah tersebut.

Bahkan cerita tersebut sudah lama berkembang di masyarakat, dan hal ini sudah menjadi rahasia umum jika memang Gunung tersebut adalah salah satu kawasan yang angker.

Selain itu juru kunci Gunung Merapi bernama Mbah Marijan juga sempat beberkan mengenai keberadaan kerajaan ghaib di daerah pasar bubrah.

Bagi para pendaki, kisah-kisah tersebut tidaklah asing di telinga mereka, ketika mendengar tawar-menawar didaerah tersebut, layaknya transaksi manusia di sebuah pasar.

Maka seorang pendaki jika ingin mengambil benda apa puan dari tempat tersebut seperti batu atau apapun harus meninggalkan uang recehan dengan menjatuhkannya ke tanah.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help