Polisi Baru Bisa Menghitung Uang dari 27 Tas dari 72 Tas Uang Najib Razak. Berapa Jumlahnya?

Jajaran kepolisian Malaysia masih terus menghitung uang hasil penggeledahan di kediaman mantan Perdana Menteri Najib Razak, pekan lalu.

Polisi Baru Bisa Menghitung Uang dari 27 Tas dari 72 Tas Uang Najib Razak. Berapa Jumlahnya?
TWITTER/MSTAR
Petugas membawa sejumlah tas dari kediaman mantan PM Malaysia, Najib Razak 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Jajaran kepolisian Malaysia masih terus menghitung uang hasil penggeledahan di kediaman mantan Perdana Menteri Najib Razak, pekan lalu.

Saat penggeledahan itu, polisi membawa 72 tas berisi uang tunai, kotak perhiasan, 284 tas mewah yang diduga milik istrinya, Rosmah Mansor serta delapan brankas.

Dari hadil penghitungan sementara, polisi menyebutkan total uang mencapai RM109 juta atau sekitar Rp 350 miliar.

Seperti dilansir AsiaOne dari media berbahasa mandarin, China Press, polisi mendokumentasikan proses penghitungan uang yang disita dari enam properti keluarga Najib tersebut.

Menurut media tersebut, menyebut sumber dari kepolisian, tahap pertama, Senin (21/5/2018), tas yang dihitung berjumlah 11 tas.

Kemudian, pada Selasa, petugas menghabiskan waktu 12 jam, mulai dari pukul 08.00 pagi, menghitung uang dari 16 tas lain.

Semua uang itu kemudian ditempatkan dalam 15 kotak dan diangkut ke Bank Negara Malaysi untuk dititipkan, menurut China Press.

Seperti diketahui, penggeldahan itu terkait dugaan korupsi dana 1MDB dan tindak pencucian uang.

Selain kepolisian, Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) juga memeriksa aliran dana dari SRC International, anak perusahaan 1MDB sebesar RM2,6 miliar atau sekitar Rp 800 miliar ke rekening pribadi Najib.

SRC sendiri kemudian diambil-alih oleh Kementerian Keuangan oleh pemerintahan Najib dan belum diketahui swebabnya.

Najib sendiri sudah mulai diperiksa KPK Malaysia itu, Selasa dan kembali akan dimintai keterangan Kamis besok.

Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad telah berjanji bahwa"tidak ada negosiasi" dalam mengungkap skandal 1MDB tersebut.

Apalagi, berbagai kejanggalan kemudian ditemukan di perusahaan penghimpun investasi yang didirikan Najib tahun 2014 lalu.

Menteri Keuangan Lim Guan Eng menyebutkan bahwa ternyata utang 1MDB ternyata dibayar dari kas Kemenkeu, bukan dari rasionalisasi utang seperti yang disebut oleh manajemen 1MDB.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help