Berita Tanjungpinang

Terdakwa Korupsi Termuda Sepanjang Sejarah PN Tanjungpinang Divonis 5 Tahun 6 Bulan! Ini Kasusnya!

Erival Yudistira (23) divonis penjara 5 tahun 6 bulan atas kasus korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI Cabang Kijang, Bintan!

Terdakwa Korupsi Termuda Sepanjang Sejarah PN Tanjungpinang Divonis 5 Tahun 6 Bulan! Ini Kasusnya!
tribunbatanm/wahib waffa
Erival, terdakwa kasus KUR Bank BRI Kijang mendengar putusan majelis hakim, Kamis (24/5/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG-Pemuda ini divonis penjara 5 tahun 6 bulan atas kasus korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI Cabang Kijang, Bintan. Dia adalah Erival Yudistira yang usianya masih tergolong sangat muda yakni 23 tahun.

Sungguh miris! Tindakan korupsi sekalipun dapat dilakukan oleh seorang pemuda yang juga masih duduk di bangku Kuliah. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi Dana KUR bank BRI senilai Rp 1,3 miliar.

Baca: Mengagumkan! Gagal Jadi PNS dan Tertipu Ratusan Juta, Wanita Cantik Ini Sukses Jadi Pengusaha!

Baca: Miris! Kabar Aktor Legenda Kungfu, Sammo Hung Pakai Kursi Roda, Jackie Chan Operasi!

Baca: Heboh! Kehidupan Tragis Boboho Terungkap: Gagal Akademis dan Harus Mati-matian Kerja Sambilan!

Baca: Kisah BPJS Kesehatan Bintan! Ditanya Iuran Bulanan, Peserta Jawab Menunggu Dapat THR!

Pelaku dikenakan Pasal Tipikor hingga merugikan keuangan negara pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 KUHP.

"Secara sah dan meyakinkan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dan menyalahgunakan kewenangan dan sarana yang ada padanya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Erival , terdakwa kasus KUR Bank BRI Kijang mendengar putusan majelis hakim, Kamis (24/5/2018)
Erival , terdakwa kasus KUR Bank BRI Kijang mendengar putusan majelis hakim, Kamis (24/5/2018) (tribunbatanm/wahib waffa)

Menghukum terdakwa selama 5 tahu 6 bulan penjara," ujar ketua Guntur Kurniawan didampingi hakim anggota Corpioner Sihombing dan Suherman, Kamis (24/5/2018).

Selain itu juga terdakwa dikenakan denda senilai 200 juta dan subsider masa kurungan penjara selama tiga bulan penjara. Tak hanya itu terdakwa juga masih dikenakan pengganti kerugian negara

sebanyak Rp 1,3 miliar. Karena dari fakta persidangan majelis hakim menyebutkan dan menganggap jumlah tersebut merupakan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa.

"Jika terdakwa tidak dapat mengganti kerugian negara, harta benda terdakwa akan disita. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi maka terdakwa diganti dengan kurungan penjara 2 tahun," ujarnya.

Erival sendiri mendapatkan putusan yang memperingan dirinya dari pada tuntutan permintaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanjungpinang selama 8 tahun penjara. Mendengar putusan tersebut, kedua pihak baik JPU maupun terdakwa menyatakan masih pikir-pikir selama 7 hari sesuai waktu yang ditentukan Undangan-undang.

informaso data pengadilan, sepanjang sejarah di PN Tanjung pinang Erival merupakan terdakwa termuda yang terlibat kasus korupsi. Ia memanipulasi data fiktif para

nasabah KUR yang menyebabkan tidak ada pengembalian dana bank yang dikeluarkan BRI. Saat itu ia menjadi mantri KUR BRI cabang Kijang, Bintan dan merugikan negara senilai Rp 1,3 miliar.

Nampak pria berbadan ramping berkulit putih ini tetap tegar. Tak terlihat keluarga mendampingi. Hanya beberapa rekan terdekatnya ikut menghadiri di ruang sidang. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help